Kementerian Komdigi Berdayakan Duta Damai BNPT Jadi Penyuluh Informasi
“Saat ini kita memiliki isu krusial, yakni kebijakan PP Tunas sebagai payung hukum perlindungan anak di ruang digital,”
Warga Palestina melintas di jalan yang dikelilingi bangunan yang hancur akibat serangan Israel di Kota Khan Younis, Jalur Gaza Selatan, Jumat (12/4/2024). Antara/Xinhua/Rizek Abdeljawad
Harianjogja.com, JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI merespon mengenai Hamas yang dikabarkan telah menyetujui proposal gencatan senjata di Gaza, Palestina.
Juru Bicara Kemlu RI Lalu Muhamad Iqbal mengatakan bahwa yang sebenarnya disetujui oleh Hamas adalah proposal Mesir dan Qatar, bukan proposal Israel.
"Kita belum menanggapi karena situasinya belum jelas. Yang disetujui Hamas adalah proposal Mesir-Qatar, bukan proposal Israel," katanya, saat ditanyai awak media, Selasa pagi (7/5/2024).
Adapun Hamas mengatakan telah menyetujui proposal gencatan senjata yang diajukan oleh Qatar dan Mesir untuk menghentikan perang dengan Israel di Gaza.
Kepala kantor politik Hamas Ismail Haniyeh menginformasikan kepada Perdana Menteri Qatar dan kepala intelijen Mesir mengenai penerimaan proposal gencatan senjata tersebut.
Meski begitu, persetujuan tersebut tidak memberikan perincian lebih lanjut mengenai syarat-syarat kesepakatan gencatan senjata yang diterima.
BACA JUGA: Hamas Minta Jusuf Kalla Bantu Mediasi Konflik Israel dengan Palestina
Sementara itu, seorang pejabat Israel yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa tidak ada gencatan senjata yang telah disepakati di Gaza.
Pejabat Israel tersebut mengatakan bahwa proposal yang diterima Hamas adalah hanya proposal Mesir, yang mencakup kesimpulan-kesimpulan yang tidak dapat diterima oleh Israel.
"Ini tampaknya merupakan tipu muslihat yang dimaksudkan untuk membuat Israel terlihat sebagai pihak yang menolak kesepakatan," kata pejabat Israel tersebut.
Sebelumnya, pengumuman Hamas mengenai persetujuan kesepakatan gencatan senjata muncul beberapa jam setelah Israel memerintahkan evakuasi warga sipil di beberapa bagian dari Rafah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Saat ini kita memiliki isu krusial, yakni kebijakan PP Tunas sebagai payung hukum perlindungan anak di ruang digital,”
Jangan sembarangan menaruh HP. Kebiasaan ini bisa membuat baterai cepat rusak, HP overheat, hingga performa menurun drastis.
Isu pocong berkeliaran di Kulonprogo viral di media sosial. Polisi memastikan kabar tersebut hoaks dan meminta warga tidak panik.
Bareskrim Polri menyelidiki blackout massal di Sumatera setelah putusnya jaringan SUTET di Jambi memicu gangguan listrik luas.
Studi global ungkap gangguan mental kini menjadi penyebab utama kecacatan dunia dengan hampir 1,2 miliar penderita.
Timnas Iran resmi pindahkan markas latihan Piala Dunia 2026 dari Arizona ke Tijuana, Meksiko. Mehdi Taj sebut langkah ini imbas ketegangan geopolitik.