Advertisement

Viral Anak Depresi Kecanduan Ponsel, Ini yang Dilakukan KemenPPPA

Newswire
Sabtu, 18 Mei 2024 - 16:57 WIB
Abdul Hamied Razak
Viral Anak Depresi Kecanduan Ponsel, Ini yang Dilakukan KemenPPPA Foto ilustrasi. - Ist/Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Seorang anak laki-laki kelas 6 SD berinisial A (13) di Cirebon, Jawa Barat, yang mengalami depresi karena ponselnya dijual sang ibu, mendapatkan pendampingan untuk proses pemulihan.

"Kami sudah melakukan pemantauan dan terus berkoordinasi untuk memastikan masalah yang dihadapi anak dapat ditangani dengan baik," kata Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nahar dikutip, Sabtu (18/5/2024).

Advertisement

BACA JUGA: Kenali Cara Pertolongan Pertama bagi Penderita Depresi

Dia mengatakan Pemerintah Kota Cirebon telah menugaskan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar, pendidikan, dan memberikan layanan psikologis bagi A.

"Dalam penanganan juga telah didampingi pekerja sosial, dan konselor yang ada di PPT (Pusat Pelayanan Terpadu untuk Perempuan dan Anak) rumah sakit," katanya.

Dari hasil pemantauan, A membutuhkan dukungan profesional di bidang kejiwaan. "(Kondisi anak) membaik, tapi masih membutuhkan dukungan profesional," katanya.

Nahar mengatakan keluarga tersebut tengah menghadapi masalah ekonomi. Selain itu, juga kurang optimalnya pengasuhan orang tua karena pengasuhan hanya dilakukan oleh ibu, sementara ayahnya berada di luar kota.

Kondisi ini menyebabkan anak mengalami perubahan perilaku dan membutuhkan layanan khusus. A dipastikan akan melanjutkan pendidikan ke kelas 7 Sekolah Menengah Pertama.

BACA JUGA: Perempuan Lebih Gampang Depresi ketimbang Pria, Ini Penyebabnya

"A yang baru selesai SD, harus juga dipastikan dapat melanjutkan sekolah ke kelas 7 dan ini juga memerlukan pendampingan khusus. Untuk memastikan proses pemulihan, selain tetap mendapatkan dukungan yang baik dari tetangga dan lingkungan sosialnya, juga sangat membutuhkan intervensi psikiater dan psikolog," kata Nahar.

Sebelumnya, beredar di media sosial video yang memperlihatkan A yang tantrum saat pihak sekolah mendatangi rumahnya.

A juga sempat tidak bersekolah selama 10 bulan dan diduga mengalami depresi usai ponselnya dijual ibunya untuk membiayai keperluan sehari-hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Libur Iduladha 2024, Warga Antusias Mengikuti Hajad Dalem Garebeg Besar Keraton Yogyakarta

Jogja
| Selasa, 18 Juni 2024, 12:07 WIB

Advertisement

alt

Mantap, Hidupkan Laguna Pengklik, Pemuda di Srigading Bikin Wisata Kano

Wisata
| Minggu, 16 Juni 2024, 20:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement