Nasib Tol Getaci Dievaluasi, Pemerintah Cari Formula Baru
Pemerintah merestrukturisasi proyek Tol Getaci setelah dua kali lelang gagal menarik investor. Evaluasi ditargetkan selesai pada 2027.
Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang juga mantan Wapres Jusuf Kalla (JK) mengunjungi Gereja Katedral Makassar, Senin (29/3/2021), untuk menyampaikan duka citanya atas insiden bom bunuh diri itu. /ANTARA-Muh Hasanuddin
Harianjogja.com, JAKARTA—Keputusan Presiden Jokowi yang masif mengembangan pembangunan infrastruktur mendapat sorotan dari Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2004 - 2009 dan 2014 - 2019, Jusuf Kalla (JK).
Menurut JK, keputusan tersebut menjadi akar dari permasalahan yang bakal dihadapi oleh pemerintah sebelumnya.
BACA JUGA: Siapa Calon Ketum Golkar di Munas 2024? Berikut Nama-namanya
"Apa masalah berikutnya? Ya masalah ekonomi. Siapapun pemimpin berikutnya, tidak mudah memerintah Indonesia pada waktu yang akan datang," jelasnya dalam agenda Election Talks 04 yang di Universitas Indonesia, dipantau secara daring, Sabtu (9/3/2024).
JK menyebut, pemerintahan Jokowi di klaim telah menghabiskan dana secara tidak efisien dan tidak berdasarkan prinsip. Salah satu contohnya yakni pembangunan massal pada sektor konektivitas, yakni jalan tol yang disebut menimbulkan pro dan kontra.
"Pemerintah sekarang telah menghabikan segala sumber dana untuk sesuatu hal-hal yang kadang tak efisien dan tidak prinsipal," tambahnya.
Sebagai informasi, sepanjang kepemimpinan Jokowi, anggaran pada pos infrastruktur yang terus mengalami peningkatan. Bahkan, pada 2024 Jokowi menyiapkan anggaran infrastruktur terbesar atau mencatatkan rekor tertinggi sepanjang 10 tahun masa kepemimpinannya yaitu mencapai Rp422,7 triliun.
BACA JUGA: Bursa Calon Wali Kota Solo 2024-2029 Mulai Ramai, Dari Kaesang Hingga Yashinta Sekarwangi
Sementara itu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebelumnya melaporkan realisasi anggaran infrastruktur pada 2023 menembus Rp455,8 triliun atau jauh melampaui alokasi pemerintah yaitu Rp392 triliun.
Adapun, total serapan anggaran infrastruktur sepanjang 2023 melonjak 22,2% jika dibandingkan dengan serapan pada periode yang sama pada 2022 yakni sebesar Rp372,8 triliun.
Bendahara negara, Sri Mulyani merinci, total realisasi sementara anggaran infrastruktur senilai Rp455,8 triliun tersebut mencakup pembangunan untuk 2.477 unit rumah susun (rusun), 1.104 unit rumah khusus dan 140.593 unit rumah swadaya.
Sementara itu, anggaran tersebut juga diserap untuk pembangunan 377,5 kilometer (km) jalan baru, 1.260 meter flyover dan underpass, serta 217,7 km jalan tol.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Pemerintah merestrukturisasi proyek Tol Getaci setelah dua kali lelang gagal menarik investor. Evaluasi ditargetkan selesai pada 2027.
Jadwal lengkap KRL Solo-Jogja hari ini dari Stasiun Palur mulai pukul 05.00 WIB hingga Stasiun Tugu Yogyakarta.
Jadwal lengkap KRL Jogja-Solo Senin 27 Juli 2026 dengan 15 perjalanan dan tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Imigrasi Manado menunda 24 keberangkatan PMI terindikasi TPPO hingga Juli 2026 sebagai upaya mencegah pekerja migran nonprosedural.
Rusia mengklaim menyerang pusat logistik dan fasilitas produksi drone Ukraina, sementara Iran memprotes serangan Ukraina di Laut Kaspia.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.