Advertisement
Tingkatkan Kesadaran Ancaman Kedaulatan, ISDS Gelar Kompetisi Menulis
Foto ilustrasi pertahanan. - Istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah lembaga yang fokus terhadap kajian pertahanan, Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS) berupaya meningkatkan kesadaran terhadap ancaman kedaulatan negara di kalangan masyarakat melalui kompoteisi menulis. Lomba menulis ini berusaha menjaring ide dan gagasan masyaraat terkait pentingnya kedaulatan suatu negara di tengah kondisi global yang tak menentu.
Sebagai gambaran terkait konflik di Laut China Selatan termasuk ancaman kedaulatan bagi Indonesia seiring dengan klaim sepihak China dengan peta barunya atau dikenal Sembilan Garis Putus-Putus (Nine Dash Line). Hal itu turut mengancam hak berdaulat Indonesia di Laut Natuna Utara. Kapal patroli China sering terlihat di perairan Natuna dan membuat resah nelayan Indonesia.
Advertisement
BACA JUGA : Peringatan HPKN Jadi Fondasi Kemajuan Bangsa
Tindakan China ini perlu diwaspadai sebagai ancaman yang serius terhadap kedaulatan Indonesia. "Berangkat dari fenomena tersebut kami perlu mendorong peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya kedaulatan bagi NKRI. Kompetisi ini untuk mengajak masyarakat, khususnya peserta lomba menulis bisa ikut meningkatkan kesadaran tentang ancaman kedaulatan," kata Co-founder ISDS, Dwi Sasongko Senin (4/3/2024).
Melalui lomba menulis dengan tema kedaulatan ia berharap muncul gagasan, ide hingga laporan yang bisa digunakan rujukan bagi pemangku kepentingan dalam menyikapi persoalan tersebut. "Sehinggkita bersama pemerintah, TNI, dan seluruh elemen masyarakat akan mampu menjaga setiap jengkal wilayah berdaulat NKRI," ujarnya.
Lomba penulisan tema kedaulatan ini dibuka mulai 4 Maret dan batas waktu pengiriman naskah 31 Mei 2024. Peserta lomba dapat mengirimkan tulisan ke https://bit.ly/LombaISDS atau membuka laman ISDS. Penjurian pada 1-23 Juni 2024 dan dijadwalkan pada 24 Juni diumumkan pemenangnya. Panitia menyediakan apresiasi total Rp 120 juta untuk 18 pemenang berupa Macbook Air, Ipad hingga ponsel.
Kompetisi ini terdiri atas tiga kategori, yakni untuk masyarakat umum, akademisi, baik mahasiswa, dosen, peneliti, hingga TNI-Polri dan satu kategori untuk wartawan. ISDS menjamin objektifitas penilaian dengn menghadirkan dua pakar pertahanan, yaitu Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo, Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksyda (Purn) Profesor Amarulla Octavian dan Co-Founder Edna C Pattisina.
Letnan Jenderal TNI (Purn) Agus Widjojo menambahkan, dinamika geopolitik di kawasan Asia Tenggara lebih terkait dengan perebutan pengaruh Amerika Serikat (AS) dan China. Ia berharap peserta lomba bisa memberikan pendapatnya tentang geopolitik Indonesia melalui pendekatan teori geopolitik dapat ditinjau lebih mendalam keuntungan dan kerugian, baik dari berbagai aspek politik, pertahanan keamanan, ekonomi dan lain-lain.
“Kita harus memahami gepolitik, supaya tahu bagaimana memenangkan kompetisi antar bangsa, juga bekerja sama dengan bangsa lain,” kata kata Duta Besar LBBP Indonesia untuk Republik Filipina ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pulang dari Pantai, 1 Lansia Meninggal Dunia Laka di Bugisan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- April Taman Budaya Bantul Mulai Dikerjakan
- Takbir Keliling di Bantul Dibatasi hingga Pukul 23.00 WIB
- FIFA Tolak Permintaan Iran Pindahkan Laga Piala Dunia dari AS
- Pemerintah Matangkan Rencana WFH 1 Hari dalam Sepekan
- FIFA Pastikan Turnamen FIFA ASEAN Cup Bergulir September 2026
- Arus Mudik Lebaran 2026 Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
- Pemerintah Dorong Pemudik WFH untuk Hindari Puncak Arus Balik
Advertisement
Advertisement







