Advertisement

Tingkatkan Kesadaran Ancaman Kedaulatan, ISDS Gelar Kompetisi Menulis

Sunartono
Senin, 04 Maret 2024 - 06:47 WIB
Sunartono
Tingkatkan Kesadaran Ancaman Kedaulatan, ISDS Gelar Kompetisi Menulis Foto ilustrasi pertahanan. - Istimewa.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah lembaga yang fokus terhadap kajian pertahanan, Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS) berupaya meningkatkan kesadaran terhadap ancaman kedaulatan negara di kalangan masyarakat melalui kompoteisi menulis. Lomba menulis ini berusaha menjaring ide dan gagasan masyaraat terkait pentingnya kedaulatan suatu negara di tengah kondisi global yang tak menentu.

Sebagai gambaran terkait konflik di Laut China Selatan termasuk ancaman kedaulatan bagi Indonesia seiring dengan klaim sepihak China dengan peta barunya atau dikenal Sembilan Garis Putus-Putus (Nine Dash Line). Hal itu turut mengancam hak berdaulat Indonesia di Laut Natuna Utara. Kapal patroli China sering terlihat di perairan Natuna dan membuat resah nelayan Indonesia.

Advertisement

BACA JUGA : Peringatan HPKN Jadi Fondasi Kemajuan Bangsa

Tindakan China ini perlu diwaspadai sebagai ancaman yang serius terhadap kedaulatan Indonesia. "Berangkat dari fenomena tersebut kami perlu mendorong peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya kedaulatan bagi NKRI. Kompetisi ini untuk mengajak masyarakat, khususnya peserta lomba menulis bisa ikut meningkatkan kesadaran tentang ancaman kedaulatan," kata Co-founder ISDS, Dwi Sasongko Senin (4/3/2024).

Melalui lomba menulis dengan tema kedaulatan ia berharap muncul gagasan, ide hingga laporan yang bisa digunakan rujukan bagi pemangku kepentingan dalam menyikapi persoalan tersebut. "Sehinggkita bersama pemerintah, TNI, dan seluruh elemen masyarakat akan mampu menjaga setiap jengkal wilayah berdaulat NKRI," ujarnya.

Lomba penulisan tema kedaulatan ini dibuka mulai 4 Maret dan batas waktu pengiriman naskah 31 Mei 2024. Peserta lomba dapat mengirimkan tulisan ke https://bit.ly/LombaISDS atau membuka laman ISDS. Penjurian pada 1-23 Juni 2024 dan dijadwalkan pada 24 Juni diumumkan pemenangnya. Panitia menyediakan apresiasi total Rp 120 juta untuk 18 pemenang berupa Macbook Air, Ipad hingga ponsel.

Kompetisi ini terdiri atas tiga kategori, yakni untuk masyarakat umum, akademisi, baik mahasiswa, dosen, peneliti, hingga TNI-Polri dan satu kategori untuk wartawan. ISDS menjamin objektifitas penilaian dengn menghadirkan dua pakar pertahanan, yaitu Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo, Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksyda (Purn) Profesor Amarulla Octavian dan Co-Founder Edna C Pattisina.

Letnan Jenderal TNI (Purn) Agus Widjojo menambahkan, dinamika geopolitik di kawasan Asia Tenggara lebih terkait dengan perebutan pengaruh Amerika Serikat (AS) dan China. Ia berharap peserta lomba bisa memberikan pendapatnya tentang geopolitik Indonesia melalui pendekatan teori geopolitik dapat ditinjau lebih mendalam keuntungan dan kerugian, baik dari berbagai aspek politik, pertahanan keamanan, ekonomi dan lain-lain.

BACA JUGA : Peringati 1 Maret, Pemkab dan Polres Kulonprogo Gelar Upacara Penegakan Kedaulatan Negara

“Kita harus memahami gepolitik, supaya tahu bagaimana memenangkan kompetisi antar bangsa, juga bekerja sama dengan bangsa lain,” kata kata Duta Besar LBBP Indonesia untuk Republik Filipina ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Ratusan Pelajar di Bantul Dilatih Kesiapan Hadapi Gempa

Ratusan Pelajar di Bantul Dilatih Kesiapan Hadapi Gempa

Bantul
| Sabtu, 31 Januari 2026, 09:27 WIB

Advertisement

Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun

Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun

Wisata
| Kamis, 29 Januari 2026, 11:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement