APBN Defisit Rp240,1 Triliun, Bunga Utang Tembus Rp394,1 Triliun
APBN hingga Agustus 2026 defisit Rp240,1 triliun. Pembayaran bunga utang pemerintah mencapai Rp394,1 triliun.
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) dan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Muhaimin Iskandar (kiri) tiba di gedung DPR/MPR RI jelang Sidang MPR Tahun 2023 di Jakarta, Rabu (16/8/2023). JIBI/Bisnis/Himawan L Nugraha
Harianjogja.com, JAKARTA—Partai Gerindra menyatakan koalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi berakhir. Gerindra dan PKB notabenenya sudah berkoalisi sejak Agustus 2022.
Pernyataan tersebut menyusul PKB dan NasDem sepakat menduetkan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) di Pilpres 2024.
Hingga kini Gerindra dan PKB tak kunjung sepakat soal penentuan nama capres-cawapres usungan koalisi. Malahan, kini PKB bermanuver ke NasDem.
BACA JUGA: PKB Resmi Terima Duet Anies-Cak Imin, Amin Jadi Akronim Pasangan
"Kerja sama politik Gerindra dan PKB berakhir atau koalisi KKIR menjadi bubar dengan sendirinya," jelas Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad dalam keterangan tertulis, Jumat (1/9/2023).
Lebih lanjut, dia mengatakan notabenenya Gerindra dan PKB sepakat untuk menerima Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Bulan Bintang (PBB) untuk masuk koalisi. Dasco menegaskan, koalisi tetap sepakat dengan poin Piagam Sentul yang salah satunya penentuan capres-cawapres ditentukan oleh Prabowo dan Cak Imin.
"Karena baik Partai Golkar maupun PAN menyerahkan pemilihan wapres sepenuhnya kepada Prabowo Subianto," ujarnya.
Meski demikian, Dasco menghormati keputusan politik PKB yang pada akhirnya tak ingin dukungan pencapresan Ketua Umum partai Gerindra Prabowo Subianto lagi.
"Pada prinsipnya kami menghormati, mengucapkan selamat berjuang, serta mengajak untuk bersama-sama, menjaga iklim pemilu yang akan datang dengan sejuk dan damai, agar Pemilu 2024 berlangsung aman dan lancar," tutupnya.
Sebelumnya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan berpamitan dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang mendukung pencapresan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid mengatakan, pihaknya sudah melakukan rapat pleno terkait tawaran dari Partai NasDem untuk menduetkan Anies dengan Cak Imin sebagai pasangan capres-cawapres di Pilpres 2024. Oleh sebab itu, PKB akan otomatis keluar dari koalisi pendukung Prabowo.
"Dengan sendirinya [akan berpamitan dari koalisi pendukung Prabowo]," ungkap Jazilul di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Jumat (1/9/2023).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
APBN hingga Agustus 2026 defisit Rp240,1 triliun. Pembayaran bunga utang pemerintah mencapai Rp394,1 triliun.
Sufmi Dasco Ahmad meminta kader Gerindra Banten memperkuat konsolidasi dan kekompakan untuk menghadapi Pemilu 2029 serta menyukseskan pemerintahan Prabowo.
Yamaha menarik tim Monster Energy dan Prima Pramac dari MotoGP Qatar 2026 akibat situasi Timur Tengah. Empat pembalap dipastikan absen.
Penundaan cukai MBDK dinilai merugikan penerimaan negara dan upaya menekan konsumsi gula. Pemerintah menargetkan Rp1,7 triliun pada 2027.
Garudayaksa FC mengalahkan PSS Sleman 3-1 pada pekan ke-8 Super League. Brian Rubio mencetak dua gol, sedangkan Kevin Gomez mendapat kartu merah.
Magelang Ethno Carnival 2026 diikuti 40 kontingen dan menjadi puncak Magelang Flower Festival dengan transaksi Rp250 juta-Rp300 juta per hari.