Advertisement
Terjerat Kesulitan Ekonomi, Korea Utara Bakal Perbatasan
Sebuah bendera raksasa Korea Utara dikibarkan selama parade paramiliter yang diadakan untuk menandai ulang tahun ke/73 tahun berdirinya negara tersebut di alun/alun Kim Il Sung, Pyongyang, beberapa waktu lalu. Antara
Advertisement
Harianjogja.com, SEOUL—Korea Utara diduga kuat memutuskan membuka kembali perbatasannya yang ditutup selama lebih dari tiga tahun untuk membatasi persebaran Covid-19.
Langkah ini diambil karena negara itu mengalami kesulitan ekonomi akibat penutupan perbatasan, kata Kementerian Unifikasi Korea Selatan pada Senin (28/8/2023).
Advertisement
Korea Utara pada Minggu (27/8/2023) mengizinkan warga negaranya yang berada di luar negeri untuk kembali setelah kekhawatiran terhadap Covid-19 berkurang. Warga negara yang kembali itu akan dikarantina selama sepekan. Keputusan itu menunjukkan rezim Korea Utara resmi membuka kembali perbatasannya.
"Akibat perbatasan ditutup, Korea Utara mungkin menghadapi berbagai kesulitan ekonomi, dan mungkin tidak nyaman karena pertukaran personel dihentikan," kata juru bicara kementerian tersebut, Koo Byoung-sam, dalam konferensi pers.
Meski demikian, Korea Selatan memandang langkah Korea Utara itu sebagai langkah terbatas karena Korea Utara hanya membolehkan pemulangan warga negaranya di luar negeri, bukan mengenai kapan mereka membolehkan warga asing masuk.
Keputusan itu sendiri membuat semakin banyak diplomat, pekerja, dan pelajar Korea Utara yang tinggal di luar negeri bisa kembali ke negerinya. Ada juga kekhawatiran bahwa sejumlah pembelot Korea Utara di China bisa dipulangkan secara paksa ke negerinya.
BACA JUGA: BPBD DIY Bersiap Hadapi Kekeringan hingga Januari 2024
Kementerian Unifikasi Korea Selatan mengungkapkan "kekhawatiran besar" mengenai kemungkinan pemulangan pembelot Korea Utara yang ditangkap dan ditahan di China.
"Kami ingin menekankan lagi bahwa para pembelot itu tidak boleh dikirim kembali secara paksa ke Korea Utara tanpa persetujuan mereka. Keinginan mereka harus dihormati," kata Koo.
Korea Utara yang menutup perbatasan pada Januari 2020, memperlakukan langkah darurat anti-endemi maksimum pada Mei 2022, ketika negara itu melaporkan kasus Covid-19 pertamanya.
Korea Utara baru-baru ini mengizinkan atletnya melintasi perbatasan dengan China agar bisa mengikuti Kejuaraan Dunia Taekwon-Do ITF di Kazakhstan. Mereka juga melanjutkan operasi penerbangan komersial dengan China dan Rusia pekan lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Awal Ramadhan, Harga Bahan Pokok di Kulonprogo Mulai Merangkak Naik
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Pemkot Jogja Nilai Mayoritas Gedung Pemerintah Tahan Gempa
- Liga Inggris: Arsenal Incar Kemenangan di Kandang Wolves
- Respons IMF, Menkeu Fokus Tutup Kebocoran Pajak
- Liga Italia: Allegri Ingatkan Milan Tak Remehkan Como
- Cuaca Ekstrem Terjang Sleman, Rumah Rusak hingga Longsor
- Penggunaan Galaxy AI Samsung Tembus 86,9 Persen
- Jogokariyan hingga Kauman Rawan Macet, Ini Antisipasi Dishub Jogja
Advertisement
Advertisement







