Mahasiswa Jerman Siapkan Demo, Tolak Wajib Militer dan Penghematan
Kelompok muda Jerman Gen Z Regelt menyiapkan demo 31 Oktober dan menuntut pendidikan, perlindungan iklim, serta penolakan wajib militer.
Erick Thohir - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Nama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir semakin menguat sebagai calon wakil presiden (cawapres) Ganjar Pranowo berdasarkan sejumlah hasil survei.
"Ya, saya rasa Alhamdulillah. Kan berarti beberapa survei katanya di sebelah kiri bagus, sebelah kanan bagus," ujar Erick, Rabu (17/8/2023).
Komen ini juga sekaligus menanggapi pernyataan Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Said Abdullah bahwa dirinya masuk bursa bakal cawapres untuk mendampingi bakal capres PDIP Ganjar Pranowo.
Meski begitu, Erick menilai siapa pun bakal capres dan cawapres yang akan memimpin Indonesia diharapkan dapat melanjutkan pembangunan era Presiden Jokowi.
"Satu, saya tegak lurus dengan bapak presiden. Artinya apa, koalisi yang terbentuk itu bener-bener akan melanjutkan program bapak presiden atau tidak," ujarnya.
BACA JUGA: Kantor Presiden dan Empat Gedung Kemenko di IKN Selesai 2024
Apabila dipercayakan sebagai cawapres, kata Erick, dirinya ingin memiliki perasaan saling terhubung yang terbangun di antara dua orang (chemistry), dan ditopang oleh tim yang solid.
Tidak hanya itu, dia juga tak ingin memangku kekuasaan yang justru tidak meningkatkan kesejahteraan rakyat, sebab saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah bagus, akan tetapi kesenjangan ekonomi dan sosial masih harus diperhatikan.
Sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Said Abdullah menyebut pihaknya tetap mempertimbangkan Menteri BUMN Erick Thohir sebagai cawapres untuk mendampingi bakal capres Ganjar Pranowo.
Said menjelaskan bahwa pertimbangan Erick Thohir menjadi cawapres bagi Ganjar Pranowo bukan didasarkan pada partai pengusungnya, melainkan potensi yang dimiliki.
Ia pun menegaskan PDIP dan partai pengusung Ganjar Pranowo tetap mempertimbangkan Erick Thohir, terlepas dari bergabungnya Partai Amanat Nasional (PAN) dengan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kelompok muda Jerman Gen Z Regelt menyiapkan demo 31 Oktober dan menuntut pendidikan, perlindungan iklim, serta penolakan wajib militer.
Bibit siklon tropis 91B berpotensi memicu hujan lebat dan angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia hingga akhir Oktober 2026.
Kulon Progo menargetkan TPT 1,90%-2,45% pada 2027 melalui pelatihan BLK, job fair, dan program padat karya.
Metranet dan Jayantara menjalin kerja sama untuk memperluas solusi digital di sektor pendidikan, mulai dari penerimaan peserta didik hingga pengelolaan
Bulog memeriksa sekitar 2.000 RPK serentak untuk mencegah penyalahgunaan beras SPHP dan memastikan penyaluran sesuai ketentuan.
Gibran mengaku telah menyiapkan dokumen untuk membuktikan keaslian ijazahnya di PTUN sebelum gugatan Denny Indrayana dicabut.