Mahasiswa Jerman Siapkan Demo, Tolak Wajib Militer dan Penghematan

Newswire
Newswire Kamis, 29 Oktober 2026 22:07 WIB
Mahasiswa Jerman Siapkan Demo, Tolak Wajib Militer dan Penghematan

Bendera Jerman

Harianjogja.com, BERLIN—Kelompok pelajar dan mahasiswa di Jerman yang tergabung dalam Gen Z Regelt berencana menggelar demonstrasi nasional pada 31 Oktober 2026 untuk memprotes kebijakan pemerintah Kanselir Friedrich Merz. Menjelang aksi tersebut, kelompok pemuda itu menerbitkan surat terbuka berisi tuntutan terkait pemangkasan anggaran sosial, penanganan krisis iklim, kekhawatiran terhadap perang dan konflik, serta rencana menghidupkan kembali wajib militer.

Dalam surat terbuka yang dipublikasikan secara daring pada Kamis (29/10/2026), Gen Z Regelt atau Gen Z Mengambil Alih menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang mereka nilai mengancam masa depan generasi muda.

“Kami tidak bisa lagi tinggal diam dan menyaksikan Anda mempertaruhkan masa depan kami. Kebijakan penghematan anggaran Anda merampas seluruh harapan kami,” kata Gen Z Regelt dalam surat terbukanya.

Kelompok tersebut terdiri atas pelajar sekolah menengah, mahasiswa, peserta magang, dan profesional muda. Mereka menilai pemerintah belum cukup mendengarkan kekhawatiran kaum muda dalam menentukan kebijakan yang berpengaruh terhadap kehidupan mereka.

“Semua ini terjadi ketika Anda menolak untuk mendengarkan kami, tidak menganggap serius ketakutan kami, atau mempertimbangkan keberatan kami. Kami sudah muak,” kata kelompok tersebut.

Demonstrasi Direncanakan di Lebih dari 20 Kota
Gen Z Regelt menyatakan demonstrasi akan berlangsung secara damai pada Sabtu (31/10/2026). Aksi tersebut direncanakan berlangsung di lebih dari 20 kota di Jerman sebagai bentuk penyampaian tuntutan kepada Kanselir Friedrich Merz dan pemerintahan koalisinya.

“Kebijakan Anda membawa masa depan kami ke jalan buntu! Oleh karena itu, pada 31 Oktober, kami akan turun ke jalan di lebih dari 20 kota, secara damai, lantang, dan penuh tekad,” ucapnya.

Sejumlah kota besar yang menjadi lokasi demonstrasi antara lain Berlin, Hamburg, Munich, Frankfurt, dan Cologne. Aksi serupa juga direncanakan berlangsung di 27 kota lainnya.

Menurut penyelenggara, lebih dari 150.000 orang telah mendaftarkan diri secara daring untuk mengikuti demonstrasi tersebut. Kelompok pemuda itu menegaskan bahwa aksi akan dilaksanakan secara damai.

Ini Tuntutan Gen Z Regelt kepada Kanselir Friedrich Merz
Dalam surat terbukanya, Gen Z Regelt menyampaikan sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan anggaran pendidikan, biaya hidup, kebijakan pertahanan, hak-hak dasar, dan perlindungan lingkungan.

Berikut sejumlah tuntutan yang disampaikan kelompok pemuda tersebut:

  • Pendidikan: Mengutamakan “anggaran untuk sekolah, bukan pemangkasan”.
  • Biaya hidup: Mewujudkan “kehidupan yang terjangkau” dengan menempatkan kekhawatiran masyarakat sebagai prioritas utama.
  • Pembagian beban yang adil: Menolak kebijakan penghematan anggaran yang mengorbankan generasi muda.
  • Wajib militer: Menolak rencana menghidupkan kembali wajib militer.
  • Hak-hak dasar: Memperkuat perlindungan hak-hak dasar alih-alih memperluas pengawasan.
  • Perlindungan iklim: Mendorong langkah-langkah serius untuk melindungi iklim demi masa depan generasi muda.

Kelompok tersebut mengkritik pemangkasan belanja sosial dan penanganan pemerintah terhadap krisis iklim. Mereka juga menyoroti respons pemerintah terhadap kekhawatiran generasi muda mengenai perang dan konflik, serta rencana menghidupkan kembali wajib militer.

Melalui surat terbuka dan demonstrasi yang direncanakan, Gen Z Regelt meminta Kanselir Friedrich Merz beserta pemerintahan koalisinya mempertimbangkan tuntutan tersebut dalam kebijakan pemerintah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online