Studi Ungkap 98,8% Rekomendasi AI Alodokter Dinilai Aman untuk Pasien
Studi Stanford dan Berkeley menemukan 98,8% rekomendasi AI Alodokter dalam 402 konsultasi dinilai aman secara klinis oleh dokter Indonesia.
Pendiri kelompok tentara bayaran swasta Wagner Yevgeny Prigozhin meninggalkan pemakaman sebelum pemakaman blogger militer Rusia Maxim Fomin yang dikenal luas dengan nama Vladlen Tatarsky, yang baru-baru ini tewas dalam serangan bom di sebuah kafe St Petersburg, di Moskow, Rusia, 8 April , 2023. REUTERS/Yulia Morozova/
Harianjogja.com, SOLO—Pemimpin tentara bayaran Group Wagner, Yevgeny Prigozhin, masih sembunyi di Belarusia setelah melalukan pemberontakan.
Dilansir dari NY News, Prigozhin takut dengan hukuman mati yang akan dilakukan oleh Vladimir Putin dan sejumlah pemimpin Kremlin yang marah atas tindakan pemberontakan yang ia lalukan.
Bukan isapan jempol, laporan menyebut jika Rusia saat ini tengah merencanakan untuk membunuh pemimpin Grup Wagner Yevgeny Prigozhin setelah pemberontakan yang dia lakukan bulan lalu.
BACA JUGA: Sosok Pentolan Yevgeny Prigozhin, Dari Koki Putin hingga Milisi Wagner
Dinas Keamanan Federal Rusia telah ditugaskan untuk membunuh pemimpin kelompok tentara bayaran yang sekarang diasingkan ke Belarusia.
Meski demikian, perintah resmi belum diberikan oleh Vladimir Putin sehingga eksekusi Prigozhin masih menunggu waktu.
“Mereka akan membutuhkan waktu untuk memiliki pendekatan yang tepat dan untuk mencapai tahap ketika mereka siap untuk menambah operasi besar,” kata Mayor Jenderal Kyrylo Budanov, kepala Direktorat Intelijen Pertahanan Ukraina, kepada The War Zone.
“Tapi sekali lagi, saya ingin menggarisbawahi bahwa ini adalah pertanyaan terbuka yang besar. Akankah mereka berhasil memenuhi itu? Akankah mereka berani melaksanakan perintah itu?” ia menambahkan.
Prigozhin diasingkan di Belarusia di mana dia tinggal dengan anggota-anggota tertinggi pasukan tempurnya setelah pemberontakan yang gagal.
Budanove juga mengatakan jika Prigozhin menciptakan masalah bagi Ukraina di masa depan, karena kelompok tentara bayaran akan memimindahkan operasi mereka ke Afrika.
“Apa yang akan terjadi selanjutnya adalah mayoritas personel yang sebelumnya terlibat dalam pertempuran di Ukraina akan dipindahkan selangkah demi selangkah ke Afrika untuk membangun operasi di sana,” kata Budanov.
BACA JUGA: Wagner Mundur dari wilayah Rusia, Putin: Untuk Hindari Pertumpahan Darah
Di sisi lain, markas kamp milik tentara bayaran Rusia, Grup Wagner, di Belarusia muncul ke publik. Markas itu berupa ratusan renda yang terpantau satelit beresolusi tinggi.
Citra satelit menunjukkan aktivitas di bekas pangkalan militer sekitar 13 mil (21 km) dari Kota Asipovichy - sekitar 64 mil dari Minsk, Ibu Kota Belarusia. Daerah tersebut telah dilaporkan media Rusia sebagai tempat yang dapat menampung para pejuang Wagner.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Studi Stanford dan Berkeley menemukan 98,8% rekomendasi AI Alodokter dalam 402 konsultasi dinilai aman secara klinis oleh dokter Indonesia.
Marc Marquez mengungkap peran mesin Ducati Desmosedici GP26 dan karakter ban dalam keberhasilannya memenangi MotoGP Malaysia 2026 di Sepang.
Real Madrid menang 3-2 atas AEK Athens di Liga Champions. Federico Valverde mencetak gol penentu pada menit ke-90+2.
BMKG memprakirakan cuaca DIY pada Kamis, 5 November 2026, berawan hingga hujan ringan. Simak suhu dan kelembapan di lima kabupaten/kota.
Yenny Christin meraih penghargaan Perempuan Favorit Indonesia Creative 2026 berkat kiprahnya mengembangkan kerajinan berbasis kain lokal.
Baznas Kulonprogo memberikan beasiswa kepada 375 pelajar dan mahasiswa. Bantuan pendidikan mencapai Rp2 juta untuk setiap mahasiswa.