Gus Kikin Pimpin PBNU 2026-2031, Ini Harapan Puan Maharani
Puan Maharani mengucapkan selamat atas terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketum PBNU 2026-2031 dan berharap NU semakin baik.
Orang-orang melihat bangunan perumahan bertingkat yang rusak akibat sisa-sisa drone Rusia yang ditembak jatuh di Kyiv pada 8 Mei./Bloomberg/Getty Images
Harianjogja.com, JAKARTA—Seorang perwira militer tertinggi Amerika Serikat (AS) Jenderal Mark Milley memprediksi serangan balik Ukraina terhadap Rusia akan sulit, berlangsung lama dan sangat berdarah.
Milley mengatakan dia tidak terkejut bahwa kemajuan lebih lambat dari yang diperkirakan, tetapi menambahkan bahwa Ukraina maju dengan mantap. "Agak lambat, tapi itu bagian dari sifat perang," katanya.
Itu terjadi ketika Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh beberapa mitra Barat menunda pelatihan yang dijanjikan untuk pilot Ukraina.
BACA JUGA: Pemberontakan Wagner Mereda, Rusia Cabut Pembatasan Jalan
Dilansir dari BBC, Sabtu (1/7/2023), beberapa negara Barat telah berjanji untuk melatih pilot Kyiv dengan jet tempur F-16 buatan AS, tetapi Presiden Ukraina mengatakan beberapa sekutu telah menunda janji tersebut.
Zelensky sebelumnya telah mengakui bahwa kemajuan serangan Ukraina lambat.
Milley, Kepala Staf Gabungan, mengatakan kepada audiensi di National Press Club di Washington pada Jumat (31/6/2023), bahwa serangan balasan itu maju dengan mantap, dengan sengaja bekerja melalui ladang ranjau yang sangat sulit.
Dia tidak terkejut bahwa kemajuan lebih lambat dari yang diharapkan.
"Perang di atas kertas dan perang sesungguhnya berbeda. Dalam perang sesungguhnya, orang yang sesungguhnya mati," katanya.
Lebih lanjut dikatakan bahwa serangan balasan itu akan memakan waktu enam, delapan, sepuluh minggu, dan akan sangat sulit, sangat berdarah. Tidak seorang pun boleh memiliki ilusi tentang semua itu.
Dia mengatakan AS memberi Ukraina bantuan sebanyak mungkin secara manusiawi.
Milley adalah penasihat militer utama Presiden AS dan menteri pertahanan, dan Dewan Keamanan Nasional.
Sementara itu, Panglima Militer Ukraina Valery Zaluzhny mengatakan serangan balasan terhambat oleh kurangnya daya tembak yang memadai.
Dalam sebuah wawancara dengan Washington Post yang diterbitkan pada Jumat (30/6/2023), dia mengatakan frustrasi dengan lambatnya pengiriman senjata yang dijanjikan oleh Barat, seperti jet tempur modern hingga amunisi artileri.
"Saya tidak membutuhkan 120 pesawat. Saya tidak akan mengancam seluruh dunia. Jumlah yang sangat terbatas sudah cukup," katanya.
Secara terpisah, Kepala Badan Intelijen Pusat AS, William Burns, dilaporkan telah melakukan kunjungan mendadak ke Ukraina bulan lalu ketika dia bertemu dengan Zelensky dan pejabat intelijen Ukraina.
Direktur CIA telah membahas serangan balik Ukraina terhadap pasukan Rusia dan menegaskan kembali komitmen AS untuk berbagi intelijen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Puan Maharani mengucapkan selamat atas terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketum PBNU 2026-2031 dan berharap NU semakin baik.
Si Jodie memungkinkan dokumen pencatatan sipil di Jogja selesai sehari kerja. Cek syarat dan kanal resmi pengajuannya.
Sebanyak 512 santri terdampak keracunan MBG di Sidoarjo. BGN melakukan investigasi dan menyiapkan sanksi bagi SPPG.
DPRD Sleman mendorong kuota Beasiswa Patriot Transmigrasi bagi lulusan S1 untuk melanjutkan S2 sebelum mengabdi di wilayah 3T.
Hotspot Kalbar dan Kalteng kembali naik. Menhut Raja Juli Antoni menetapkan kedua provinsi sebagai prioritas penanganan karhutla.
Delapan WNI disebut menjadi tentara Rusia. BIN dan Kemlu RI menelusuri dugaan perekrutan serta memverifikasi informasi tersebut.