Keracunan MBG Meluas, 170 Pelajar Jombang-Nganjuk Terdampak
Sebanyak 170 pelajar di Jombang dan Nganjuk diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG. Penyebabnya masih diselidiki.
Orang-orang melihat bangunan perumahan bertingkat yang rusak akibat sisa-sisa drone Rusia yang ditembak jatuh di Kyiv pada 8 Mei./Bloomberg/Getty Images
Harianjogja.com, JAKARTA—Seorang perwira militer tertinggi Amerika Serikat (AS) Jenderal Mark Milley memprediksi serangan balik Ukraina terhadap Rusia akan sulit, berlangsung lama dan sangat berdarah.
Milley mengatakan dia tidak terkejut bahwa kemajuan lebih lambat dari yang diperkirakan, tetapi menambahkan bahwa Ukraina maju dengan mantap. "Agak lambat, tapi itu bagian dari sifat perang," katanya.
Itu terjadi ketika Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh beberapa mitra Barat menunda pelatihan yang dijanjikan untuk pilot Ukraina.
BACA JUGA: Pemberontakan Wagner Mereda, Rusia Cabut Pembatasan Jalan
Dilansir dari BBC, Sabtu (1/7/2023), beberapa negara Barat telah berjanji untuk melatih pilot Kyiv dengan jet tempur F-16 buatan AS, tetapi Presiden Ukraina mengatakan beberapa sekutu telah menunda janji tersebut.
Zelensky sebelumnya telah mengakui bahwa kemajuan serangan Ukraina lambat.
Milley, Kepala Staf Gabungan, mengatakan kepada audiensi di National Press Club di Washington pada Jumat (31/6/2023), bahwa serangan balasan itu maju dengan mantap, dengan sengaja bekerja melalui ladang ranjau yang sangat sulit.
Dia tidak terkejut bahwa kemajuan lebih lambat dari yang diharapkan.
"Perang di atas kertas dan perang sesungguhnya berbeda. Dalam perang sesungguhnya, orang yang sesungguhnya mati," katanya.
Lebih lanjut dikatakan bahwa serangan balasan itu akan memakan waktu enam, delapan, sepuluh minggu, dan akan sangat sulit, sangat berdarah. Tidak seorang pun boleh memiliki ilusi tentang semua itu.
Dia mengatakan AS memberi Ukraina bantuan sebanyak mungkin secara manusiawi.
Milley adalah penasihat militer utama Presiden AS dan menteri pertahanan, dan Dewan Keamanan Nasional.
Sementara itu, Panglima Militer Ukraina Valery Zaluzhny mengatakan serangan balasan terhambat oleh kurangnya daya tembak yang memadai.
Dalam sebuah wawancara dengan Washington Post yang diterbitkan pada Jumat (30/6/2023), dia mengatakan frustrasi dengan lambatnya pengiriman senjata yang dijanjikan oleh Barat, seperti jet tempur modern hingga amunisi artileri.
"Saya tidak membutuhkan 120 pesawat. Saya tidak akan mengancam seluruh dunia. Jumlah yang sangat terbatas sudah cukup," katanya.
Secara terpisah, Kepala Badan Intelijen Pusat AS, William Burns, dilaporkan telah melakukan kunjungan mendadak ke Ukraina bulan lalu ketika dia bertemu dengan Zelensky dan pejabat intelijen Ukraina.
Direktur CIA telah membahas serangan balik Ukraina terhadap pasukan Rusia dan menegaskan kembali komitmen AS untuk berbagi intelijen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Sebanyak 170 pelajar di Jombang dan Nganjuk diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG. Penyebabnya masih diselidiki.
Kejagung mengusut dugaan korupsi lahan Inhutani V oleh PT PSMI. Rp1 triliun disita, 47 saksi diperiksa, tetapi belum ada tersangka.
Basarnas memperluas pencarian lima jurnalis hilang di perairan Selat Sunda ke empat sektor dengan mengerahkan 13 kapal pada hari keempat.
Xiaomi memastikan Redmi Note 17 Series masuk Indonesia pada 16 September 2026, dengan varian Pro Max membawa baterai 10.000 mAh.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini diprediksi melemah di Rp17.540-Rp17.590. Simak sentimen global dan domestiknya.
Perbasi Kulonprogo menggelar Binangun Basketball Championship 2026 untuk membina atlet muda sekaligus mengalihkan pelajar dari kecanduan gadget.