Advertisement
Petinggi Tentara Bayaran Wagner Yevgeny Prigozhin Jalani Pengasingan di Belarusia
Pendiri kelompok tentara bayaran swasta Wagner Yevgeny Prigozhin meninggalkan pemakaman sebelum pemakaman blogger militer Rusia Maxim Fomin yang dikenal luas dengan nama Vladlen Tatarsky, yang baru-baru ini tewas dalam serangan bom di sebuah kafe St Petersburg, di Moskow, Rusia, 8 April , 2023. REUTERS/Yulia Morozova -
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemimpin tentara bayaran Rusia Wagner, Yevgeny Prigozhin, terbang ke pengasingan di Belarusia pada Selasa (27/6/2023). Hal ini menyusul kesepakatan akhir pemberontakan singkat oleh para pejuangnya.
Mundurnya pasukan Wagner dari Moskow membuat Presiden Rusia Vladimir Putin memuji angkatan bersenjatanya karena mencegah perang saudara.
Advertisement
BACA JUGA: Wagner Mundur dari wilayah Rusia, Putin: Untuk Hindari Pertumpahan Darah
Sebuah pesawat yang terhubung ke Prigozhin diperlihatkan pada layanan pelacakan penerbangan lepas landas dari Kota Rostov Rusia selatan pada Selasa (27/6/2023) pagi dan mendarat di Belarusia.
"Saya melihat Prigozhin sudah terbang dengan pesawat ini," kata kantor berita negara BELTA mengutip pernyataan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko melansir CNA, Rabu (28/6/2023).
Dia pun mengonfirmasi bahwa Prigozhin mulai berada di Rusia sejak Selasa (27/6/2023).
Di Moskow, Putin berusaha menegaskan kembali otoritasnya setelah pemberontakan yang dipimpin oleh Prigozhin sebagai protes terhadap penanganan konflik di Ukraina oleh militer Rusia.
Pihak berwenang Rusia juga membatalkan kasus kriminal terhadap pasukan tentara bayaran Grup Wagner, kantor berita negara RIA melaporkan, tampaknya memenuhi syarat lain dari kesepakatan yang ditengahi oleh Lukashenko pada Sabtu (24/6/2023) malam yang meredakan krisis.
Prigozhin, mantan sekutu Putin dan mantan narapidana yang tentara bayarannya telah bertempur dalam pertempuran paling berdarah dalam perang Ukraina dan memakan banyak korban.
Sebelumnya, dia mengatakan akan pergi ke negara tetangga Belarusia atas undangan Lukashenko, sekutu dekat Putin dan seorang kenalan dari Putin.
Ukraina berharap kekacauan yang disebabkan oleh upaya pemberontakan akan merusak pertahanan Rusia saat Kyiv melanjutkan serangan balasan untuk merebut kembali wilayah yang diduduki di selatan dan timur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pengolahan Sampah Mandiri Jogja Diperkuat Usai TPST Piyungan Tutup
Advertisement
Destinasi Favorit Terbaru di Sleman, Tebing Breksi Geser HeHa Forest
Advertisement
Berita Populer
- Tekan Stunting di Bantul, Edukasi Remaja Jadi Fokus Utama
- UGM: Pertumbuhan 5,4 Persen Sulit Tercapai di Tengah Banyak Tekanan
- Harga Bapok di Sleman Turun Usai Nataru
- Cuaca DIY Sabtu 10 Januari 2026 Diprediksi Hujan Ringan
- Jadwal KA Bandara YIA-Tugu Jogja Sabtu 10 Januari 2026
- Gol Telat Aramburu Antar Sociedad Taklukkan Getafe 2-1
- Frankfurt vs Dortmund Berakhir Imbang Dramatis 3-3
Advertisement
Advertisement



