Komdigi Panggil YouTube usai Temukan Konten Vape Libatkan Anak
Komdigi akan memanggil YouTube setelah menemukan konten promosi vape yang melibatkan anak di bawah umur dan diduga melanggar aturan
Ilustrasi rudal Iran.- Frepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Seorang warga negara Indonesia (WNI) bernama Tetap Segar (58) mengungkapkan pengalamannya berada di Kota Teheran, Iran, saat serangan rudal terjadi hampir setiap hari di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Teknisi pesawat asal Kabupaten Tangerang, Banten, itu menyebut kondisi keamanan di kota tersebut sudah tidak lagi kondusif karena serangan rudal terjadi di sejumlah titik.
"Kondisi sekarang memang sudah tidak kondusif. Namun, tergantung dari kita masing-masing mempunyai keyakinan akan cepat reda atau berlanjut," ujar Tetap Segar saat ditemui di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Selasa (10/3/2026).
Segar mengatakan dirinya menyaksikan langsung serangan rudal yang terjadi di sekitar Teheran. Ia bekerja sebagai teknisi pesawat di dua bandara utama di ibu kota Iran, yakni Bandar Udara Internasional Imam Khomeini untuk penerbangan internasional dan Bandara Internasional Mehrabad untuk penerbangan domestik.
"Hampir setiap hari serangan itu terjadi. Tapi untuk warga di sana sudah biasa, tidak ada kepanikan berlebih. Jadi kita tetap stay menunggu kondisi kondusif," katanya.
Selama situasi keamanan memburuk, ia bersama sejumlah WNI lainnya dipulangkan ke asrama tempat tinggal oleh perusahaan tempatnya bekerja. Aktivitas pekerjaan juga dihentikan sementara karena status siaga yang diterapkan perusahaan.
"Ya, tentu kerjaan dihentikan, kita dipulangkan ke asrama dan kita tunggu informasi dari KBRI," tuturnya.
Melihat kondisi yang semakin tidak menentu, Segar akhirnya memutuskan untuk mendaftarkan diri ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran agar dapat mengikuti proses evakuasi kembali ke Indonesia.
"Jadi karena hari demi hari tidak kondusif, jadi saya memutuskan untuk mengevakuasi diri baik itu melalui perusahaan maupun KBRI. Tetapi saya pilih lewat KBRI dan diberikan arahan setiap langkah evakuasi agar aman," jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa proses perjalanan hingga pemulangan berlangsung aman karena mendapat pendampingan dari petugas perwakilan Indonesia selama proses evakuasi.
Sementara itu, Pemerintah Indonesia telah memulangkan 22 WNI dari Iran dalam gelombang pertama evakuasi akibat meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.
Para WNI tersebut diterbangkan menggunakan maskapai Turkish Airlines melalui rute Baku sebelum melanjutkan penerbangan menuju Jakarta dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa sore.
Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan evakuasi akan dilakukan secara bertahap terhadap WNI yang berada di Iran.
"Sore ini ada 22 WNI yang kembali di gelombang pertama ini. Besok, 10 lagi yang berangkat dari Iran," kata Sugiono.
Ia menambahkan, pada tahap berikutnya pemerintah akan mengevakuasi sekitar 36 WNI lainnya yang telah terdata dan mengajukan permohonan untuk dipulangkan ke Indonesia.
"Kami dari kementerian luar negeri terus melakukan koordinasi yang cukup erat, sangat erat dengan perwakilan-perwakilan kita yang ada di negara tersebut," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Komdigi akan memanggil YouTube setelah menemukan konten promosi vape yang melibatkan anak di bawah umur dan diduga melanggar aturan
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Agustus 2026 lengkap dengan lokasi, syarat perpanjangan SIM A dan C, serta biaya resmi.
Jadwal SIM Keliling dan Samsat Malam SSA Bantul Agustus 2026 lengkap dengan syarat perpanjangan SIM serta layanan PKB tahunan.
Jadwal SIM Keliling Sleman Agustus 2026 lengkap di SCH, MPP, dan SIMMADE beserta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal SIM Keliling Jogja Agustus 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan C, serta biaya resmi.
Amazon untuk pertama kalinya menembus kapitalisasi pasar US$3 triliun setelah sahamnya melonjak berkat kinerja AWS dan optimisme bisnis AI.