Advertisement
Kesaksian WNI di Teheran: Hampir Setiap Hari Ada Serangan Rudal
Ilustrasi rudal Iran./ Frepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Seorang warga negara Indonesia (WNI) bernama Tetap Segar (58) mengungkapkan pengalamannya berada di Kota Teheran, Iran, saat serangan rudal terjadi hampir setiap hari di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Teknisi pesawat asal Kabupaten Tangerang, Banten, itu menyebut kondisi keamanan di kota tersebut sudah tidak lagi kondusif karena serangan rudal terjadi di sejumlah titik.
Advertisement
"Kondisi sekarang memang sudah tidak kondusif. Namun, tergantung dari kita masing-masing mempunyai keyakinan akan cepat reda atau berlanjut," ujar Tetap Segar saat ditemui di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Selasa (10/3/2026).
Segar mengatakan dirinya menyaksikan langsung serangan rudal yang terjadi di sekitar Teheran. Ia bekerja sebagai teknisi pesawat di dua bandara utama di ibu kota Iran, yakni Bandar Udara Internasional Imam Khomeini untuk penerbangan internasional dan Bandara Internasional Mehrabad untuk penerbangan domestik.
BACA JUGA
"Hampir setiap hari serangan itu terjadi. Tapi untuk warga di sana sudah biasa, tidak ada kepanikan berlebih. Jadi kita tetap stay menunggu kondisi kondusif," katanya.
Selama situasi keamanan memburuk, ia bersama sejumlah WNI lainnya dipulangkan ke asrama tempat tinggal oleh perusahaan tempatnya bekerja. Aktivitas pekerjaan juga dihentikan sementara karena status siaga yang diterapkan perusahaan.
"Ya, tentu kerjaan dihentikan, kita dipulangkan ke asrama dan kita tunggu informasi dari KBRI," tuturnya.
Melihat kondisi yang semakin tidak menentu, Segar akhirnya memutuskan untuk mendaftarkan diri ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran agar dapat mengikuti proses evakuasi kembali ke Indonesia.
"Jadi karena hari demi hari tidak kondusif, jadi saya memutuskan untuk mengevakuasi diri baik itu melalui perusahaan maupun KBRI. Tetapi saya pilih lewat KBRI dan diberikan arahan setiap langkah evakuasi agar aman," jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa proses perjalanan hingga pemulangan berlangsung aman karena mendapat pendampingan dari petugas perwakilan Indonesia selama proses evakuasi.
Sementara itu, Pemerintah Indonesia telah memulangkan 22 WNI dari Iran dalam gelombang pertama evakuasi akibat meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.
Para WNI tersebut diterbangkan menggunakan maskapai Turkish Airlines melalui rute Baku sebelum melanjutkan penerbangan menuju Jakarta dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa sore.
Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan evakuasi akan dilakukan secara bertahap terhadap WNI yang berada di Iran.
"Sore ini ada 22 WNI yang kembali di gelombang pertama ini. Besok, 10 lagi yang berangkat dari Iran," kata Sugiono.
Ia menambahkan, pada tahap berikutnya pemerintah akan mengevakuasi sekitar 36 WNI lainnya yang telah terdata dan mengajukan permohonan untuk dipulangkan ke Indonesia.
"Kami dari kementerian luar negeri terus melakukan koordinasi yang cukup erat, sangat erat dengan perwakilan-perwakilan kita yang ada di negara tersebut," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
AHY Dorong Tol Jogja-Solo Segmen Ini Segera Rampung, Ini Alasannya
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Zulhas: Sekolah Bisa Tolak Makanan MBG Tak Sesuai Standar
- Isu Uang Negara Tinggal Rp120 Triliun, Ini Penjelasan Menkeu
- Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Indonesia Kecam Serangan Israel
- Bareskrim Usut TPPU Bandar Narkoba, Keluarga Ikut Terseret
- AHY Dorong Mrican Jadi Model Nasional Penataan Kawasan Kumuh
- Jangan Sepelekan Ruam Popok, Ini Dampaknya pada Bayi
- OJK: Rekening Pelajar Tembus 59 Juta, Dana Capai Rp30,31 Triliun
Advertisement
Advertisement








