Advertisement

Sampah Makin Menggunung, Pemerintah Malah Sibuk Berdebat

Anshary Madya Sukma
Sabtu, 11 Maret 2023 - 22:47 WIB
Bhekti Suryani
Sampah Makin Menggunung, Pemerintah Malah Sibuk Berdebat Sejumlah pekerja menyelesaikan proses pemasangan mesin untuk pengolahan sampah Landfill Mining dan RDF (Refuse Derived Fuel) Plant di TPST (Tempat Pembuangan Sampah Terpadu) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (2/1/2023). Landfill Mining dan RDF Plant dapat mengolah sampah 2000 ton per hari yang saat ini telah mencapai tahap uji coba dan progres pembangunannya telah mencapai 98 persen. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah - wsj.

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA — Koperasi Energi Terbarukan Indonesia (Kopetindo) mendesak pemerintah agar lebih serius untuk menanggulangi masalah sampah di kota besar Indonesia.

Ketua Umum Kopetindo sekaligus pemerhati sampah, Widi Pancono mengatakan permasalahan pengelolaan sampah ini berkutat pada perdebatan yang tak berujung, seperti sebagian kalangan ada yang menyebut teknologi RDF atau refuse derived fuel sebagai pilihan yang tepat.

Advertisement

Namun, banyak pihak juga yang menyebutkan bahwa RDF justru mengandung banyak kekurangan atau kelemahan untuk diaplikasikan sebagai metode pengolahan sampah di DKI Jakarta.

“Jangan sampai sampah ini menjadi masalah tanpa usai. Jangan sampai terlalu lama kita hanya berkutat pada debat-debat tak berujung tentang metode pengolahan sampah, atau hal-hal lain, padahal sebenarnya di hadapan kita sudah tersedia metode atau cara yang baik dan efektif untuk mengatasinya,” tegasnya dikutip keterangan resmi Sabtu (11/3/2023).

Apalagi, kata Widi, pemerintah sudah berkomitmen untuk menghentikan pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah pada 2030 mendatang. Pasalnya, Widi sependapat dengan Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 Kementerian LHK, Rosa Vivien Ratnawati yang mengatakan gas metan dalam sampah di TPA menyumbang emisi gas rumah kaca.

“Di tahun 2030 kita tidak akan membangun TPA dan lainnya. Dan di 2040 tidak akan ada TPA lagi. Itu cita-cita mulia," kata Widi.

Sementara itu, dia juga menyebutkan masalah pengolahan sampah ini sudah menjadi masalah besar yang tak terelakan di Indonesia, terutama kota-kota besar di Pulau Jawa.

"Khusus untuk Jakarta yang setiap hari menghasilkan 8.000 sampai 8.5000 ton sampah, harus menjadi perhatian serius. Perlu ada penanganan dan teknologi tepat untuk mengatasinya," pungkasnya.

BACA JUGA: Luka Jeratan di Leher Diklaim Jadi Bukti Forensik Pembunuhan Pengusaha Jogja Morgan Onggowijaya

Oleh sebab itu, Widi berharap kepada pemerintah dan praktisi usaha persampahan agar bisa menemukan metode yang efektif dalam mengatasi masalah pengelolaan masalah sampah ini.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Gempur Rokok Ilegal

Advertisement

alt

Pemkab Kulonprogo Kembangkan Konservasi Air Berkelanjutan di Tiga Kapanewon

Kulonprogo
| Sabtu, 22 Juni 2024, 20:27 WIB

Advertisement

alt

Libur Iduladha, Warung Satai Klathak di Jogja Ini Diserbu Wisatawan

Wisata
| Kamis, 20 Juni 2024, 21:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement