Advertisement
PDIP Cuek, Jokowi Mania Merapat ke Prabowo di Pilpres 2024
Ketua DPP PDI Perjuangan, yang juga Ketua DPR RI Puan Maharani (kedua kanan) bersama Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri Bahtiar (kiri), Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP Bambang Wuryanto (kedua kiri), dan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto (kanan) menghadiri acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Anggota DPRD PDI Perjuangan Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia di Jakarta, Senin (9/1 - 2023). Kegiatan Bimtek tersebut dilakukan dalam rangka menyambut HUT ke/50 Partai D
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA– PDI Perjuangan (PDIP) cuek dan tak mau mengurusi manuver politik yang dilakukan oleh kelompok relawan Joko Widodo (Jokowi), Jokowi Mania alias JoMan.
Sebagai informasi, pada Rabu (15/2/2023), JoMan secara resmi mendukung Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) di Pilpres 2024. Padahal, sebelumnya mereka mendukung kader PDIP yang juga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Advertisement
Ketua DPP PDIP Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul mengatakan langkah JoMan itu merupakan urusan internal. Bukan urusan PDIP.
PDIP, lanjutnya, juga harus menghormati keputusan JoMan.
"Jadi kalau mau mendukung siapapun itu urusan dia, bukan urusan saya. Saya tidak bisa kendalikan Dewan Kopral [JoMan] itu. Mereka punya mau sendiri, ya silakan," jelas Pacul di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (16/2/2023).
Penentuan capres yang diusung PDIP sepenuhnya ada di tangan Megawati Soekarnoputri. Pacul mengklaim pergerakan relawan tak akan mengganggu keputusan Megawati.
BACA JUGA: Ditolak Dosen UGM, Ini Bocoran Pejabat yang Akan Dapat Gelar Profesor Kehormatan
"Jauh panggang dari api," ungkap ketua Komisi III DPR itu.
Terpisah, Sekretaris Jenderal JoMan Akhmad Gojali Harahap mengatakan, pihaknya mengalihkan dukungan ke Prabowo karena delapan alasan. Salah duanya, Prabowo diyakini memiliki visi-misi yang jelas dan akan melanjutkan pembangunan Jokowi.
Ketua Umum JoMan Immanuel Ebenezer alias Noel menyebut pihaknya menarik dukungan terhadap Ganjar karena merasa Gubernur Jawa Tengah itu sosok pemimpin yang sombong dan angkuh.
“Sekali saya tekankan, Ganjar sosok pemimpin yang sombong dan angkuh,” ujarnya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (9/2/2023).
Noel bersama jajaran pengurus JoMan lainnya resmi akhirnya membubarkan kelompok relawan Ganjar Pranowo Mania (GP Mania) yang mereka bentuk pada 2021. JoMan, lanjutnya, tak akan mendukung lagi Ganjar di Pilpres 2024.
Dia mengaku, pembubaran GP Mania murni karena para pengurus pusat JoMan kecewa dengan Ganjar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
KAI Jogja Dapat Pujian Dubes Inggris, Soroti Transportasi Hijau
Advertisement
Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten
Advertisement
Berita Populer
- Belanja Pegawai di Bawah 30 Persen, Sleman Pastikan Aman dari PHK
- Jadwal KRL Solo Jogja Hari Ini, Berangkat dari Stasiun Palur, 8 April
- Hasil Real Madrid vs Bayern Skor 1-2, Harry Kane Bungkam Bernabeu
- DPRD Kulonprogo Dorong Audit Total PT SAK oleh BPKP
- Jadwal KRL Jogja Solo Hari Ini, Rabu 8 April 2026 Naik dari Tugu
- 47 SMP dan 26 MTs di Bantul Siap Jalani TKA, Ini Skemanya
- Silaturahmi di Gunungkidul, Ini Pesan Penting Sultan HB X
Advertisement
Advertisement







