Advertisement

Kisah Milenial Solo Berjibaku Bayar Cicilan Kredit Rumah yang Makin Mahal

Newswire
Selasa, 17 Januari 2023 - 21:07 WIB
Bhekti Suryani
Kisah Milenial Solo Berjibaku Bayar Cicilan Kredit Rumah yang Makin Mahal Ilustrasi - Ist

Advertisement

Harianjogja.com, SOLO — Harga kredit rumah di Kota Solo terus naik dari tahun ke tahun, padahal kebutuhan rumah terus meningkat, disusul ketersediaan lahan yang kian berkurang.

Sementara, banyak permintaan membuat harga rumah terus melambung. Namun, harga yang mahal tersebut tidak memupus mimpi mereka yang ingin punya rumah.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Alasannya beragam, mulai dari wujud eksistensi hingga kebutuhan utama. Beragam fasilitas kini juga tersedia untuk membeli rumah, fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) dari perbankan adalah yang jadi primadona.

Warga Kota Solo yang memiliki KPR juga harus pandai-pandai untuk mengatur keuangan mereka agar tetap bisa menabung dan membayar beragam tagihan.

Banyak cara mereka lakukan, mulai dari menyiapkan pekerjaan tambahan, hingga mengatur keuangan super ketat dengan gaji yang mereka miliki. Sejumlah milenial di Solo menceritakan bagaimana berjibaku mengasur cicilan rumah.

Krisna salah satunya. Pria berusia 34 tahun ini sedang menyicil rumah menggunakan KPR di Bank BTN dengan masa KPR 15 tahun. Gajinya yang sebesar Rp2,8 juta harus ia atur untuk mencicil KPR rumah miliknya di daerah Sukoharjo sebesar Rp825.000 per bulan.

“Uang mukanya sudah saya bayar lunas di depan Rp15 juta. Sekarang tinggal mencicil rumahnya, dengan gaji saya sebenarnya cukup, tetapi memang harus agak ketat dalam mengatur keuangan,” urainya kepada Solopos.com-jaringan Harianjogja.com pada Selasa (17/1/2023).

Pria yang bekerja di sektor swasta ini membagi gajinya sesuai dengan kebutuhan, 30 persen untuk cicilan KPR, 40 persen untuk kebutuhan sehari-hari, sisanya ia bagi untuk kebutuhan orang tua dan simpanan dana darurat.

“Ya sebenarnya sudah sangat mepet buat kebutuhan, tetapi ya mau bagaimana lagi,” urainya. Kisah serupa juga saat ini sedang dirasakan Prayoga Laksana. Mimpinya untuk memiliki rumah sebelum 30 tahun sedang ia perjuangkan.

Gajinya sebesar Rp5 juta harus disisihkan lebih dari separuh untuk membayar cicilan rumahnya sebesar Rp2,7 juta. “Sebenarnya memang enggak aman buat mencicil rumah dengan nominal segitu karena 50 persen dari gaji saya, cuman ya harus dilakoni karena memang sudah jadi impian saya. Pengeluaran juga saya tekan, sudah enggak bisa jajan ataupun misal mau jalan-jalan ke luar kota, uangnya lebih banyak ditabung sama buat kebutuhan,” tegasnya.

Prayoga beruntung istrinya juga bekerja, sehingga bisa membantunya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Karena jika tidak, pria berusia 27 tahun ini merasa akan kesulitan untuk membayar cicilan rumahnya yang berada di Kawasan Laweyan.

“Istri saya juga bekerja untuk membantu kebutuhan rumah tangga, jadi cicilan rumah kami tanggung berdua. Kalau tidak, susah buat nutup cicilan, apalagi tenor saya cukup lama 15 tahun,” ucap Prayoga.

Alternatif untuk mencari pendapatan tambahan untuk bisa mencicil rumah, saat ini sedang dilakoni oleh Yuda Pramono, ia sedang mencicil rumah di Kawasan Sumber, Banjarsari, Solo.

Pekerja yang sehari-harinya merupakan pegawai salah satu perusahaan swasta ini, mencari penghasilan tambahan dengan berjualan handphone beserta aksesorisnya.

“Saya itu per bulan harus bayar cicilan sekitar Rp2,3 juta dengan uang mukanya sebesar 45 juta sudah lunas tahun kemarin. Saya sekarang sudah masuk tahun ketiga bayar cicilan rumah, kalau pakai gaji saya saja dari kantor cukup tapi sangat mepet, jadi saya jualan handphone,” urai pria asal Kebumen ini.

BACA JUGA: Alhamdulillah..Kuota Jemaah Calon Haji Gunungkidul Naik 2 Kali Lipat

Melalui usaha sampingannya tersebut, ia mengaku pendapatannya cukup untuk mencicil rumah dengan tenor 10 tahun dan menabung. Meskipun pria berusia 31 tahun ini mengaku cukup kesulitan untuk mencari waktu luang karena harus berdagang bahkan di hari Minggu.

“Dulu mepet banget, karena habis buat bayar cicilan rumah sama kebutuhan dan ada cicilan mobil juga. Sekarang, uangnya enggak masalah, tetapi ya sudah tidak punya waktu luang karena jualan setiap hari bahkan sampai Minggu juga masih jualan,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Solopos.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Pendapatan BPHTB Sleman 2022 Capai Rp239 Miliar

Sleman
| Sabtu, 04 Februari 2023, 14:37 WIB

Advertisement

alt

Kemegahan Desa Wisata Karangrejo Borobudur Menyimpan Kisah Menarik Bersama Ganjar

Wisata
| Sabtu, 04 Februari 2023, 11:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement