Advertisement
Pemerintah Klaim Jalan Tol Era Jokowi 10 Kali Lebih Produktif dari Era Soeharto
PT Hutama Karya (Persero) segera mengoperasikan Jalan Tol Bengkulu/Lubuklinggau Seksi 3 yakni ruas Bengkulu/Taba Penajung sepanjang 17,6 kilometer / Dok. Hutama Karya.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melaporkan selama 8 tahun kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo yakni periode 2014 hingga saat ini, jalan tol telah beroperasi sepanjang 1.750 km.
Adapun, operasional jalan tol selama 8 tahun itu diklaim 10 kali lipat lebih produktif dibandingkan 36 tahun sebelumnya (1978-2014).
Advertisement
Sebagai informasi, pada 1978 saat era kepemimpinan Soeharto, jalan tol yang pertama kali beroperasi di Pulau Jawa, yakni Jalan Tol Jakarta - Bogor - Ciawi atau yang dikenal Jalan Tol Jagorawi sepanjang 59 km. Tol Jagorawi menjadi tol pertama dan tertua di Indonesia.
Untuk itu, guna merayakan capaian infrastruktur jalan tol yang telah beroperasi hingga saat ini, Kementerian PUPR memperingati "Hari Jalan 2022" yang diperingati setiap 20 Desember 2022.
"Hari jalan ini tidak hanya untuk memberi semangat pada insan PUPR, tetapi kita semua yang bertanggung jawab pada pembangunan infrastruktur jalan di Indonesia. Termasuk para generasi muda penerus pembangunan dan penanggung jawab pengelola jalan di Indonesia," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dikutip Rabu (21/12/2022).
Baca juga: Luhut Pastikan Kecelakaan Kereta Cepat Tak Bikin Proyek Molor
Melalui Direktorat Jenderal Bina Marga PUPR, pemerintahan Jokowi bertekad kuat untuk terus membangun infrastruktur jalan. Menurut Basuki, peningkatan infrastruktur jalan sangat penting dalam mendukung konektivitas dan peradaban.
Hari Jalan juga menjadi momentum untuk mengingat kembali pentingnya infrastruktur jalan dan target-target pembangunan jalan di Indonesia ke depan
Dia menekankan pembangunan jalan harus andal, mandiri dan berkelanjutan. Jalan yang andal adalah tulang punggung konektivitas untuk meningkatkan produktivitas ekonomi dan pengembangan wilayah.
Kemudian, jalan harus bertumpu pada kemandirian bangsa atau kemampuan bangsa Indonesia untuk membangun. Serta berkelanjutan dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan.
“Pembangunan jalan andal karena berkualitas, mandiri karena kita harus membangun jalan berdasarkan kemandirian bangsa dengan pemanfaatan sumber daya material, peralatan maupun tenaga kerja dalam negeri. Dan berkelanjutan dengan memastikan konstruksi jalan dapat melestarikan lingkungan hidup,” tegasnya.
Lebih lanjut, dia juga ingin menegaskan kembali mengenai pentingnya pemeliharaan infrastruktur jalan dan jembatan yang merupakan aset Barang Milik Negara (BMN).
“Dalam momentum Hari Jalan ini, saya berharap ini bukan hanya sekedar seremoni atau simbolik, tetapi ini merupakan bentuk peradaban kita makin maju ke depan. Saya harap kita tidak hanya bisa membangun infrastruktur saja, tetapi juga bisa memelihara infastruktur yang termasuk BMN tersebut,” jelasnya.
Direktur Jenderal Bina Marga Hedy Rahadian sekaligus Ketua Umum Himpunan Pengembang Jalan Indonesia (HPJI) berharap serangkaian kegiatan peringatan "Hari Jalan 2022" yang telah berlangsung sejak Oktober lalu ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan infrastruktur jalan di Indonesia.
“Semoga Puncak Peringatan Hari Jalan tahun 2022 ini dapat menumbuhkan semangat insan PUPR dan seluruh stakeholders dalam mewujudkan infrastruktur jalan yang andal, mandiri dan berkelanjutan. Serta kami mengajak seluruh pihak untuk dapat menjaga dan merawat jalan demi kepentingan bersama,” tandas Hedy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Panggil Gus Alex sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
- Jenazah Pilot ATR 42-500 Andy Dahananto Disambut Haru di Tigaraksa
- Tetangga Kenang Farhan, Copilot ATR yang Tewas di Bulusaraung
- Bulog Bakal Pakai Beras Premium untuk MBG dan Batalion TNI
- Tidak Boleh Tokoh Fiksi, Pekerjaan di KTP Diatur Ketat, Ini Daftarnya
Advertisement
Kasus Suami Hentikan Penjambret Berujung Damai, Pengawasan GPS Dicabut
Advertisement
Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan
Advertisement
Berita Populer
- 16 Jenazah Korban Longsor Cisarua Tersimpan di Pos DVI, 80 Masih Dicar
- Kenangan Terakhir Keluarga Bersama Hariyadi Korban ATR 42-500 Karangan
- Dampak Angin Kencang Sleman: Puluhan Rumah Rusak, 2 Tewas dan 6 Luka
- Banjir Salju dan Hujan di Afghanistan Tewaskan 61 Orang, Ratusan Luka
- Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Gunungkidul, Warga DIY Rasakan Getaran
- KKP Pastikan Hak Keluarga Korban ATR 42-500 Diberikan Sesuai Ketentuan
- Prabowo Temui Zidane di Davos, Dorong Kemajuan Sepak Bola Nasional
Advertisement
Advertisement



