Advertisement

Cek Dulu TV-mu Sebelum Beli STB, Sudah Digital atau Masih Analog

Bernadheta Dian Saraswati
Minggu, 04 Desember 2022 - 13:07 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Cek Dulu TV-mu Sebelum Beli STB, Sudah Digital atau Masih Analog Ilustrasi Perangkat set top box yang sudah mendapat sertifikat dari Kominfo dan tercatat antara lain Akari Set Top Box ADS-2230. - Kompub ASO - Wienda Parwitasari

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Belakangan ini kebutuhan Set Top Box (STB) meningkat seiring dengan migrasi tv analog ke digital. Pemerintah juga menyediakan STB gratis bagi warga miskin. 

Namun sebelum membeli STB, sebaiknya Anda mengecek terlebih dahulu apakah televisi di rumah Anda sudah digital atau memang harus menggunakan STB untuk mendapatkan siaran digital?

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Lalu bagaimana cara mengecek?

Dikutip dari Bisnis.com--jaringan Harianjogja.com berikut ini cara cek apakah televisi di rumah sudah digital atau masih analog:

1. Kunjungi halaman resmi Kominfo, https://siarandigital.kominfo.go.id/.

2. Ketuk menu “Perangkat TV Digital”.

3. Klik menu “Pilih Kategori”.

4. Klik “Televisi”.

5. Masukkan merek dan tipe televisi kamu.

5. Jika televisi Anda sudah digital, maka akan muncul informasi merek dan tipe televisi yang Anda masukkan.

6. Tapi jika informasi televisi yang kamu masukkan tidak muncul, dan ditemukan keterangan “Mohon maaf perangkat yang Anda cari tidak terdaftar pada database kami atau belum memiliki sertifikasi perangkat,” tandanya televisi kamu masih televisi Analog dan memerlukan STB.

Jika ternyata TV kamu masih analog, maka kamu wajib membeli Set Top Box.

Diberitakan Harianjogja.com sebelumnya, permintaan STB meningkat belakangan ini. Peningkatan penjual paling signifikan terjadi pada November lalu. Salah satunya dialami toko Mutara yang menjual antena dan perlengkapan TV lainnya yang berada di Jl. HOS Cokrominato, Jogja.

Karyawan Mutara, Ahmad Bimo menyebut penjualan STB awal Desember ini sudah mualai lesu dibanding November. “Bulan lalu, November itu kami bisa menjual 20an STB tiap harinya, bahkan ada yang borongan untuk hotel-hotel itu sampai 30 STB,” katanya, Jumat (2/12/2022).

Bimo menjelaskan rata-rata penjualan STB di Mutara sejak September adalah 200 STB per bulannya. Lesunya penjualan STB saat ini, jelas Bimo, karena masyarakat sudah membeli pada bulan-bulan sebelumnya. “Kalu STB kami ini penjual yang pertama, sudah sejak 2021 lalu,” ujarnya.

Puncak masyarakat, lanjut Bimo, membeli STB pada November kemarin. “Kami punya tiga toko di lokasi yang beda, jika digabung penjualannya mungkin lebih dari seribu STB,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Pendapatan BPHTB Sleman 2022 Capai Rp239 Miliar

Sleman
| Sabtu, 04 Februari 2023, 14:37 WIB

Advertisement

alt

Kemegahan Desa Wisata Karangrejo Borobudur Menyimpan Kisah Menarik Bersama Ganjar

Wisata
| Sabtu, 04 Februari 2023, 11:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement