Advertisement

Begini Perkembangan Proyek Pengendali Banjir Bandara YIA yang Telan Rp1,4 Triliun

Afiffah Rahmah Nurdifa
Selasa, 08 November 2022 - 15:57 WIB
Jumali
Begini Perkembangan Proyek Pengendali Banjir Bandara YIA yang Telan Rp1,4 Triliun Para pelaku perjalanan melalui YIA, Kulonprogo, Rabu (11/5/2022). - Harian Jogja/Anisatul Umah

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melaporkan progres pembangunan infrastruktur pengendali banjir di Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA) di Kabupaten Kulonprogo senilai Rp1,4 triliun yang terbagi dalam 4 paket pekerjaan.

BACA JUGA : YIA Mulai Buka Penerbangan Internasional

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, menjelaskan pengendali banjir tersebut dapat menjadi pendukung kegiatan pariwisata pada Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DSPS) Borobudur di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Mengingat perubahan iklim yang cukup ekstrem terjadi belakangan ini, pengelolaan sumber daya air menjadi tantangan tersendiri. Ditambah dengan pola hujan yang durasinya pendek, tapi intensitasnya tinggi sehingga menimbulkan banjir.

"Dalam pelaksanaan mitigasi dan pengurangan risiko bencana, penerapan teknologi sangat penting seperti pembangunan bendungan pengendali, sabo dam, jembatan bailey, dan rumah tahan gempa," kata Basuki, dikutip Selasa (8/11/2022).

Adapun, risiko banjir Bandara YIA bersumber dari kapasitas saluran drainase di kawasan bandara yang tidak mampu menampung debit banjir Sungai Bogowonto dan Serang.

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak, Ditjen Sumber Daya Air mengambil langkah yakni perbaikan badan sungai, peningkatan kapasitas sungai, pembangunan sistem drainase, sodetan, kolam retensi, pengadaan pompa banjir, hingga bangunan penahan penampung air sepanjang sungai (longstorage).

Untuk diketahui, pembangunan infrastruktur ini terbagi menjadi 4 paket pekerjaan yang dilakukan sejak tahun 2020-2023 mendatang. Paket pertama yaitu Pembangunan Pengaman Muara Sungai Bogowonto Sisi Barat senilai Rp428,88 miliar.

Advertisement

Kontrak pekerjaan ini dilaksanakan oleh kontraktor PT Bumi Karsa-Abipraya, KSO. Lingkup pekerjaannya berupa pembangunan jetty sepanjang 306 meter dan tanggul sungai 322 meter dengan progres saat ini sudah sebesar 88 persen.

Paket kedua yaitu Pembangunan Pengaman Muara Sungai Bogowonto Sisi Timur senilai Rp413 miliar yang dilaksanakan kontraktor WIKA-ADP KSO.

Lingkup pekerjaannya berupa pembangunan jetty sepanjang 306 meter dan tanggul sungai 258 meter, dengan progres saat ini sudah sebesar 97,9 persen.

Advertisement

Paket ketiga yakni Pembangunan Prasarana Pengendali banjir Sungai Bogowonto yang dilaksanakan kontraktor Brantas Abipraya dengan nilai kontrak Rp360,2 miliar.

BACA JUGA: Atap Ambrol, Sejumlah Siswa SD di Gunungkidul Terluka

Paket pekerjaan ini mengatasi peningkatan kapasitas sungai, pekerjaan long storage, perkuatan tebing atau revetment, kolam retensi dan pengadaan pompa banjir, dengan progres konstruksi sebesar 56,85 persen.

Keempat yaitu Pembangunan Prasarana Pengendali Banjir Sungai Serang yang dilaksanakan kontraktor PT Pembangunan Perumahan (PTPP) dengan nilai kontrak Rp295 miliar.

Advertisement

Lingkup pekerjaan paket keempat di antaranya pekerjaan Peningkatan Kapasitas Sungai, long storage, perkuatan tebing atau revetment, kolam retensi, dan pompa, dengan progres konstruksi sebesar 68,03 persen.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Perindo DIY Lolos Verifikasi Faktual sebagai Peserta Pemilu 2024

Jogja
| Kamis, 01 Desember 2022, 23:07 WIB

Advertisement

alt

Punya 100 Gerbong, Kereta Api Ini Mampu Meliuk di Pegunungan Alpen

Wisata
| Kamis, 01 Desember 2022, 22:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement