Kejagung Amankan Kajari Karo dan JPU Terkait Kasus Amsal
Kajari Karo dan JPU diamankan Kejagung untuk klarifikasi penanganan kasus Amsal Sitepu.
Logo PKS/Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA – Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid menyarankan sebaiknya pihaknya, Partai NasDem, dan Partai Demokrat membereskan pekerjaan rumah (PR) terlebih dahulu sebelum mendeklarasikan koalisi bersama.
BACA JUGA : Jika Anies-AHY Maju Pilpres 2024, PKS Dapat Apa?
Kholid mengaku PKS menghormati usul Partai NasDem yang menginginkan deklarasi koalisi antara PKS-NasDem-Demokrat pada 10 November 2022. Meski begitu, ketiga partai belum semuanya satu pemikiran.
“Kami berpandangan bahwa PR di tim kecil PKS-NasDem-Demokrat harus dituntaskan terlebih dulu. Ada beberapa hal yang harus kita tuntaskan,” ujar Kholid dari lewat keterangan video, dikutip Kamis (3/11/2022).
Dia mencatat, setidaknya masih ada empat PR yang harus diselesaikan bersama. Pertama, terkait platform perjuangan. Kedua, terkait desain pemerintahan ke depan. Ketiga, terkait strategi pemenangan koalisi.
Keempat, dan yang menurut Kholid paling penting, terkait pasangan calon presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres) yang akan diusung bersama.
“Tentu ini yang harus kita tuntaskan terlebih dulu sebelum bicara tentang timing atau waktu deklarasi,” jelasnya.
Kholid menegaskan, bahwa PKS mempunyai pandanganberbeda dengan Demokrat maupun NasDem soal cawapres untuk Anies Baswedan. PKS mengajukan kadernya Ahmad Heryawan alias Aher, sedangkan Demokrat mengajukan ketua umumnya, Agus Harimurti. Yudhoyono alias AHY, begitu juga NasDem yang punya pandangan tersendiri.
“Tentu kami juga menghormati calon-calon lain, misalnya, sahabat kami di Demokrat usulkan ketumnya AHY, atau NasDem yang sudah memiliki preferensi kepada calon-calon tertentu,” ucapnya.
Di atas itu semua, dia mengklaim mereka akan terus membahas secara terbuka dan objektif terkait persoalan cawapres tersebut. Menurutnya, ketiga partai akan mengedepan kepentingan bangsa.
“Kepentingan bangsa lebih tinggi di atas parpol,” jelas Kholid.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Kajari Karo dan JPU diamankan Kejagung untuk klarifikasi penanganan kasus Amsal Sitepu.
Wabah Ebola di RD Kongo tewaskan 300 orang, WHO tetapkan darurat global karena risiko penyebaran tinggi.
Psikolog mengungkap 9 kalimat yang sering diucapkan orang tidak bahagia serta cara mengubahnya menjadi pola pikir lebih positif.
Peramal Nana Kwaku Bonsam mengubah ramalan Piala Dunia 2026 dengan menjagokan Portugal dan Cristiano Ronaldo serta menyebut Inggris gagal juara.
Sebanyak 2.300 warga Sleman mendaftar sebagai agen Perlinsos untuk mendampingi layanan bantuan sosial digital berbasis IKD.
Harga MacBook & iPad naik 15-25%! Saham Apple anjlok 6%, Rp4.482 triliun lenyap. Penyebabnya: krisis chip memori akibat ledakan AI. Tim Cook sebut 'banjir abad