Advertisement
10 Negara Paling Menyedihkan di Dunia 2024 Versi HAMI
Foto ilustrasi warga miskin di Indonesia dibuat menggunakan Artifical Intelligence ChatGPT.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Krisis ekonomi global memunculkan daftar negara dengan tingkat penderitaan tertinggi. Hanke’s Annual Misery Index 2024 menempatkan inflasi dan pengangguran sebagai faktor utama.
Dalam indeks ini, Steve H. Hanke memetakan empat indikator utama: angka pengangguran, inflasi, suku bunga pinjaman, dan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB). Semakin tinggi skor yang diperoleh suatu negara, semakin besar penderitaan warganya akibat kesulitan keuangan yang parah.
Advertisement
Mengutip laporan Times of India, Jumat (26/12/2025), berikut adalah 10 negara paling menyedihkan di dunia berdasarkan HAMI 2024:
1. Sudan (Faktor Utama: Inflasi)
Peringkat pertama ditempati oleh Sudan dengan skor 375. Konflik sipil berkepanjangan menghancurkan struktur ekonomi, memicu hiperinflasi hingga lebih dari 300%. Tabungan warga bisa menguap dalam semalam karena lonjakan harga kebutuhan pokok yang tidak terkendali.
BACA JUGA
2. Argentina (Faktor Utama: Inflasi)
Dengan skor 196, Argentina menempati posisi kedua. Krisis utang dan inflasi kronis membuat nilai mata uang Peso terus merosot. Meskipun mendapat bantuan dari IMF, biaya hidup yang melambung tinggi tetap mencekik masyarakat.
3. Suriah (Faktor Utama: Pengangguran)
Perang saudara selama satu dekade menghancurkan infrastruktur dan mengisolasi Suriah dari perdagangan internasional. Angka pengangguran sangat tinggi, memaksa jutaan orang bergantung sepenuhnya pada bantuan kemanusiaan.
4. Yaman (Faktor Utama: Inflasi)
Meraih skor 163, perpecahan politik dan perang di Yaman menyebabkan inflasi meroket. Anjloknya nilai mata uang lokal membuat harga pangan impor tidak terjangkau, menempatkan jutaan nyawa dalam ancaman kelaparan.
5. Turki (Faktor Utama: Biaya Pinjaman)
Di luar sektor pariwisatanya yang populer, Turki masuk daftar ini karena kebijakan moneter non-konvensional. Biaya pinjaman mencapai lebih dari 50% per tahun, merusak daya beli warga dan menyulitkan iklim investasi.
6. Venezuela (Faktor Utama: Pengangguran)
Pernah menjadi negara terkaya di Amerika Latin, Venezuela kini terpuruk akibat korupsi dan sanksi internasional. Meskipun mulai stabil, angka pengangguran tetap masif, memicu eksodus jutaan warga ke luar negeri.
7. Zimbabwe (Faktor Utama: Biaya Pinjaman)
Zimbabwe masih terjebak dalam ketidakpastian ekonomi. Suku bunga yang sangat tinggi dan akses kredit yang lumpuh membuat bisnis lokal sulit berkembang, memaksa warga bergantung pada kiriman uang dari luar negeri.
8. Lebanon (Faktor Utama: Pengangguran)
Runtuhnya sistem perbankan di Lebanon membuat tabungan warga hilang. Kondisi ini menciptakan angka pengangguran yang sangat tinggi, terutama di kalangan anak muda, yang memicu gelombang emigrasi besar-besaran.
9. Malawi (Faktor Utama: Biaya Pinjaman)
Sebagai salah satu negara termiskin di Afrika, Malawi berjuang melawan suku bunga tinggi. Sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi terhambat oleh mahalnya harga pupuk dan pinjaman pemerintah yang mencekik investasi swasta.
10. Eswatini (Faktor Utama: Pengangguran)
Negara di Afrika Selatan ini menderita akibat pembangunan industri yang sangat terbatas. Akibatnya, tingkat pengangguran—terutama di kalangan usia produktif—tetap berada pada level yang mengkhawatirkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Duga Perusahaan Rokok Jateng-Jatim Terlibat Korupsi Cukai
- KPK Siap Usut Dugaan Korupsi Bea Cukai hingga Kanwil
- Jadwal Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Ini Jam Puncaknya
- DPR Minta KBRI Ambil Langkah Darurat Lindungi Jemaah Umrah Indonesia
- Hutan Rehabilitasi IKN Mulai Dihuni Satwa, Burung Kembali Berdatangan
Advertisement
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Update Harga Emas UBS-Galeri24 Hari Ini, Tembus Rp3,19 Juta per Gram
- SPK Tumbuh 60 Persen, Danamon dan Adira Optimistis Industri Otomotif
- Drone Iran Hantam Fasilitas Energi Qatar-Saudi, Harga Gas Eropa Naik
- KPK Siap Usut Dugaan Korupsi Bea Cukai hingga Kanwil
- Jelang Lebaran 2026, Stok Bahan Pokok Sleman Dipastikan Aman
- KPK Duga Perusahaan Rokok Jateng-Jatim Terlibat Korupsi Cukai
- Bibit Siklon 90S Picu Hujan Lebat di Jateng, Warga Diminta Waspada
Advertisement
Advertisement








