Advertisement
Gunung Karangetang Alami Lonjakan Gempa, Status Masih Waspada
Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. ANTARA - Karel A Polakitan
Advertisement
Harianjogja.com, MANADO—Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) mencatat peningkatan aktivitas Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, sehingga masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan.
Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) merekam sebanyak 132 kali gempa embusan Gunung Karangetang yang berada di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, dalam periode pengamatan Jumat (26/12/2025).
Advertisement
Penyusun laporan Pos PGA, Umar Syarif, menyampaikan bahwa aktivitas visual menunjukkan asap kawah berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 5–10 meter di atas puncak kawah. Pada malam hari, tampak sinar api dengan ketinggian sekitar 5–10 meter.
“Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 5–10 meter di atas puncak kawah. Pada malam hari tampak sinar api lebih kurang 5–10 meter,” kata Umar Syarif dalam laporan yang dibagikan melalui grup percakapan ‘Info Gunung Api Sitaro’, di Manado, Sabtu.
BACA JUGA
Selain gempa embusan, Pos PGA juga merekam tujuh kali gempa tremor nonharmonik dengan amplitudo 5–30 milimeter dan durasi 28–85 detik, serta tiga kali gempa tremor harmonik dengan amplitudo 6–34 milimeter dan durasi 38–61 detik.
Tercatat pula satu kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 7 milimeter, S–P 0 detik, dan durasi 23 detik. Selain itu, teramati dua kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 7–10 milimeter dan durasi 7–8 detik.
Pos PGA juga merekam dua kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 14–50 milimeter, S–P 0,8–1 detik selama 9 detik, serta satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 10 milimeter, S–P 14 detik, dan durasi 30 detik.
Berdasarkan hasil pemantauan tersebut, tingkat aktivitas Gunung Karangetang saat ini berada pada Level II (Waspada).
Badan Geologi mengimbau masyarakat dan pengunjung agar mematuhi rekomendasi keselamatan, antara lain tidak mendekati, tidak melakukan pendakian, dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya, yakni radius 1,5 kilometer dari kawah dua (kawah utara) dan kawah utama (selatan), serta area perluasan sektoral ke arah barat daya dan selatan sejauh 2,5 kilometer.
Selain itu, masyarakat di sekitar bantaran sungai yang berhulu di Gunung Karangetang diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi guguran lava, awan panas guguran, serta ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat terjadi sewaktu-waktu akibat material vulkanik yang belum stabil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Malioboro Membeludak, Wisatawan Dialihkan ke Kotagede dan Kotabaru
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Mobil Dinas Dipakai Mudik, Tunjangan ASN Temanggung Langsung Dipangkas
- Kementerian Pertahanan Pastikan Pemberlakuan WFH Karyawan
- Rabu Tak Lagi ke Kantor, ASN di Jatim Mulai WFH Rutin
- Performa Motor Tetap Terjaga Ini Cara Honda Edukasi Pengendara
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Sering Dianggap Wajar Kebiasaan Ini Diam-Diam Menguras Energi
- Pemeriksaan Yaqut Berlanjut Setelah Kembali ke Rutan KPK
Advertisement
Advertisement







