ESDM Waspadai Antrean BBM di Jatim, Malang hingga Blitar
ESDM menyoroti antrean BBM di Malang, Jember, dan Blitar. Pemerintah menargetkan persoalan tersebut tuntas dalam 1–2 hari.
Tangkapan layar tragedi saat perayaan Halloween di Itaewon. / Bisnis.com
Harianjogja.com, JOGJA--Nama Itaewon kini viral di jagat maya, menyusul insiden tewasnya ratusan orang di wilayah tersebut pada malam pesta perayaan Halloween.
Itaewon adalah salah satu area turis yang terletak di distrik Yongsan-gu, Kota Seoul, Korea Selatan. Berbeda dengan daerah lain di Seoul, lebih dari 20.000 penghuninya adalah orang asing. Melihat dari sejarahnya dahulu setelah perang dunia kedua, tentara Amerika menggantikan posisi Jepang kemudian mendirikan pangkalan militer di Desa Haebangcheon (HBC). Nama Itaewon pun muncul setelah perang Korea yang berarti "pohon pir besar".
BACA JUGA: Dugaan Penyebab Tragedi Pesta Halloween di Korsel, Ini yang Bikin Massa Mendadak Berdesakan
Sejak tahun 1997 Itaewon sengaja di desain untuk menjadi salah satu destinasi utama para turis asing yang menghabiskan waktu di Seoul. Jalanan Itaewon kini penuh dengan jajaran kafe, restoran, bar, klub, dan toko trendi yang menarik bagi para kawula muda, suasana kehidupan malamnya pun menarik para wisatawan maupun warga lokalnya. Sebelum seperti sekarang sebagian besar masyarakat Seoul dulunya menghindari Itaewon yang terkenal sebagai lingkungan kumuh dan penuh masalah karena kehadiran orang asing.
Seiring waktu jumlah pekerja migran dari Asia Tenggara dan Asia Selatan juga meningkat mengikuti jumlah warga Amerika, Inggris, dan Australia. Menjadikan sepanjang jalan di belakang Hotel Hamilton atau dekat pintu keluar dua Stasiun Itaewon dipenuhi beragam makanan dari berbagai negara, baik warga lokal maupun turis asing dapat mencicipi masakan otentik dan merasakan budaya dari seluruh dunia.
Tepat di selatan stasiun Itaewon ada Usadan-gil yang merupakan halal area karena kehadiran Seoul Central Masjid membuat area sekitarnya pun berada di bawah pengaruh Muslim. Mencari makanan halal khas Timur Tengah pun mudah bagi para turis muslim.
Setiap tahunnya Itaewon diramaikan dengan dua festival yang berlangsung di bulan Oktober yaitu Global Village Festival dan Halloween Festival. Global Village festival ajang untuk mengenalkan budaya negara tetangga maupun Korea sendiri, setiap tahunnya beragam acara terkait budaya diadakan di Area Zona Wisata Khusus Itaewon yang tersebar di tiga distrik antara lain di Stasiun Hangangjin, Itaewon, dan Noksapyeong.
Sedangkan, setiap tanggal 30 Oktober jalanan Itaewon akan ramai dengan orang-orang yang mengenakan kostum halloween mereka, tak jarang diadakan kontes kostum resmi dengan pawai di sekitar jalan Itaewon. Nahasnya Halloween Festival Itaewon tahun ini memakan banyak korban akibat membludaknya pengunjung di jalanan Itaewon.
Tayangnya drama series Itaewon Class 2020 lalu membuat Itaewon semakin dikenal sebagai area multikultural dan paling internasional sekaligus tempat hits bagi warga Korea, kini justru menjadi bahan perbincangan seantero dunia karena tragedi yang berlangsung semalam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
ESDM menyoroti antrean BBM di Malang, Jember, dan Blitar. Pemerintah menargetkan persoalan tersebut tuntas dalam 1–2 hari.
Bahlil Lahadalia mengkaji penambahan kuota Pertalite pada akhir Oktober 2026 menyusul lonjakan konsumsi akibat peralihan dari BBM nonsubsidi.
Gerakan Pangan Murah Bantul menjual beras premium Rp14.000 per kg dan telur Rp22.000 per kg untuk membantu menjaga daya beli masyarakat.
DPRD Kulonprogo mendorong penguatan pertanian, UMKM, dan usaha lokal agar infrastruktur strategis di Temon berdampak pada ekonomi warga.
DPRD Sleman mengawal aspirasi warga Berbah setelah Jalan Krikilan-Serut diperbaiki usai rusak lebih dari 20 tahun.
Dry ice digunakan dalam Operasi Modifikasi Cuaca di Sumatera Selatan untuk membantu mengurangi kabut asap karhutla. Simak cara kerja dan perbedaannya dengan gar