Advertisement

Tragedi Itaewon : Presiden Yoon Suk-yeol Gelar Pertemuan Darurat

Aprianto Cahyo Nugroho
Minggu, 30 Oktober 2022 - 10:57 WIB
Jumali
Tragedi Itaewon : Presiden Yoon Suk-yeol Gelar Pertemuan Darurat Tangkapan layar tragedi saat perayaan Halloween di Itaewon. - Bisnis.com

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA – Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol mengadakan pertemuan darurat dan menginstruksikan para pejabat untuk segera mengirim tim bantuan medis bencana menyusul insiden pesta Halloween yang menewaskan 151 orang.

Dilansir dari Korea Herald, Minggu (30/10/2022), Presiden Yoon menggelar pertemuan dan menginstruksikan pejabat untuk memprioritaskan tindakan penyelamatan dan menerapkan tindakan yang diperlukan, termasuk kontrol lalu lintas di lokasi kejadian.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

"Prioritas utama saat ini adalah menyelamatkan dan mengevakuasi pasien, dan menyediakan transportasi dan perawatan yang cepat bagi para korban (yang menuju) institusi medis," kata Presiden Yoon menurut kantor kepresidenan.

Yoon juga memerintahkan petugas untuk membatasi semua kendaraan dan personel memasuki area tersebut kecuali untuk tujuan mengevakuasi dan merawat pasien.

Presiden meminta Menteri Kesehatan untuk segera mengirimkan tim bantuan medis bencana dan mengamankan tempat tidur darurat di rumah sakit terdekat. Dia juga menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga terkait yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Lee Sang-min, untuk segera memberikan pertolongan pertama dan pengobatan kepada para korban.

Korban tragedi Halloween Itaewon tercatat bertambah menjadi 151 orang tewas dan 82 lainnya terluka, menurut laporan otoritas kebakaran pada Minggu (30/10/2022) pukul 10:30 waktu setempat.

Insiden bermula ketika ratusan orang mamasuki kawasan Itaewon menggenkan berbagai kostum horor. Insiden terjadi di gang kecil, tak jauh dari Hotel Hamilton di Itaewon yang sebenarnya hanya bisa digunakan untuk lalu lintas satu mobil.

Akan tetapi, gang kecil tersebut dipadati oleh manusia dan semakin malam semakin bertambah banyak yang berdesakan di gang kecil tersebut.

Advertisement

Mulanya, hanya 50 orang yang menunjukkan tanda-tanda sesak nafas dan henti jantung karena berdesakan. Lama kelamaan, beberapa orang yang sudah berada di atas terjatuh dan menimpa warga yang berada di posisi lebih rendah.

Mulai dari saat itulah laporan demi laporan orang kekurangan oksigen semakin banyak terdengar. Pemerintah setempat langsung mengerahkan 142 ambulan untuk mengevakuasi korban.

Karena banyaknya orang, tim medis sempat mengaku kesulitan menangani korban yang kian malam kian berjatuhan.

Advertisement

Beberapa jam setelah insiden mematikan itu, penasihat keamanan nasional Gedung Putih Jake Sullivan mengatakan bahwa pemerintah AS siap memberikan bantuan kepada pemerintah Korsel.

“Laporan dari Seoul sangat memilukan. Kami memikirkan semua orang yang kehilangan orang yang dicintai dan berharap pemulihan cepat bagi mereka yang terluka,” tulis Sullivan.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

STB di DIY Kian Mahal, Stasiun TV Bagikan Gratis untuk Warga

Jogja
| Sabtu, 10 Desember 2022, 10:07 WIB

Advertisement

alt

Liburan di DIY saat Akhir Tahun? Fam Trip di Lokasi-Lokasi Ini Layak Dicoba

Wisata
| Jum'at, 09 Desember 2022, 16:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement