Advertisement

Jokowi Geram Indonesia Terus Impor Aspal

Akbar Evandio
Jum'at, 30 September 2022 - 08:37 WIB
Bhekti Suryani
Jokowi Geram Indonesia Terus Impor Aspal Presiden Joko Widodo memberikan pidato saat acara UOB Annual Economic Outlook 2023 di Jakarta, Kamis (29/9/2022). Bisnis - Arief Hermawan P

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan berpuluh-puluh tahun Indonesia hanya fokus pada ekspor barang mentah. Oleh sebab itu, dia meyakini Indonesia harus mulai beralih pada hilirisasi yang dapat menciptakan nilai tambah.

"Ini baru nikel nanti kita stop lagi timah, tembaga, kita stop lagi bahan-bahan mentah yang kita ekspor, mentahan," katanya saat membuka UOB Economic Outlook 2023, Kamis (29/9/2022).

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Jokowi mengatakan bahwa pada masa awal pelarangan ekspor nikel banyak orang-orang yang berkomentar tidak setuju dan meminta pemerintah untuk berhati-hati, karena nilai ekspor negara bisa anjlok karena memberhentikan ekspor bijih nikel tersebut.

Namun nyatanya, setelah larangan ekspor bijih nikel disetop dan Indonesia menggalakkan hilirisasi nikel di dalam negeri untuk mendapatkan hasil ekspor dengan nilai tambah, justru pendapatan negara dari ekspor hilirisasi nikel menjadi bertambah.

Akibat pelarangan ekspor bijih nikel menjadi ekspor melalui proses hilirisasi, pendapatan negara melejit signifikan dari yang sebelumnya hanya US$1,1 miliar atau Rp15 triliunan pada 2017 menjadi US$20,9 miliar atau Rp360 miliar pada 2021.

"Meloncat dari Rp15 triliun ke Rp360 triliun, itu baru nikel. Nanti kita stop lagi timah, tembaga. Stop lagi ekspor barang-barang mentahan. Hilirisasi jangan sampai berpuluh-puluh tahun menjual komoditas saja, kini stop tapi satu-satu tidak barengan," pungkasnya.

Dia pun mencontohkan bahwa dalam kunjungan kerjanya meninjau potensi aspal di Buton, dirinya menyayangkan potensi aspal yang besar belum dimaksimalkan, apalagi Indonesia malah impor aspal dari negara lain sebesar 5 juta ton per tahun.

"Kenapa sih kita masih impor aspal? data yang saya terima kira-kira 5 juta ton per tahun, kita punya aspal kok ternyata gak ada industrinya, baru satu yang 100.000 [ton] per tahun kita malah impor. Ini apa-apaan, kesalahan-kesalahan ini harus dihentikan," tegasnya.

Advertisement

BACA JUGA: Febri Diansyah Dampingi Putri Candrawathi ke Bareskrim Polri Besok

Jokowi pun mendorong agar Indonesia harus mulai mengurangi impor dan memperkuat ekspor dari sumber daya alam yang dimiliki, mengingat hal tersebut diyakininya berdampak baik bagi pendapat Negara.

“Ini peluang kalau Bapak/Ibu dengar ini. Wah, [harusnya langsung] investasi di industri aspal, itu baru berbicara kebutuhan dalam negeri, kalau tambah ekspor gede banget, deposit aspal kita ada 662 juta ton, [sayangnya] dibiarkan malah kita impor, kesalahan ini harus berhenti,” ujar Jokowi

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

GKR Hemas Minta Tempat Relokasi Korban Longsor Gunungkidul Segera Ditentukan

Gunungkidul
| Senin, 28 November 2022, 17:37 WIB

Advertisement

alt

Sajian Musik Etnik Dihadirkan Demi Hidupkan Wisata Budaya Kotagede

Wisata
| Senin, 28 November 2022, 08:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement