Kebiasaan Sikat Gigi Warga RI Ternyata Keliru, Ini Kata PB PDGI
PB PDGI menyebut 95% masyarakat Indonesia rutin sikat gigi, namun kurang dari 3% yang melakukannya di waktu tepat: setelah sarapan dan sebelum tidur.
Jokowi memberikan keterangan kepada wartawan di Solo, Jawa Tengah, Jumat (19/6/2026). ANTARA/Aris Wasita.
Harianjogja.com, JAKARTA—Hasil survei terbaru dari Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) mengungkap kuatnya pengaruh figur terhadap citra Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Sosok yang akrab disapa Jokowi itu dinilai menjadi faktor utama dalam membangun persepsi positif publik terhadap partai tersebut.
Direktur Riset dan Kebijakan Politik LPI, Fernando Emas, menyebut fenomena ini mencerminkan realitas politik nasional yang masih sangat dipengaruhi kekuatan figur. Menurutnya, kedekatan antara Jokowi dan PSI telah mendorong terjadinya transfer persepsi dari individu ke institusi partai.
“Terhadap PSI, terjadi perpindahan persepsi dari figur kepada partai,” ujar Fernando dalam keterangannya, Sabtu (20/6/2026).
Data survei menunjukkan sebanyak 70,2% responden menilai kedekatan PSI dengan Jokowi mampu meningkatkan citra positif partai. Rinciannya, 37,7% menyatakan meningkatkan, 26,4% cukup meningkatkan, dan 6,1% sangat meningkatkan. Sementara itu, sebagian kecil responden menilai tidak berpengaruh atau kurang berdampak.
Tak hanya itu, survei juga mencatat 77,8% responden meyakini Jokowi memiliki pengaruh terhadap tingkat dukungan masyarakat kepada PSI. Hal ini menegaskan bahwa daya tarik elektoral Jokowi masih sangat kuat, bahkan setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden.
Dalam aspek karakter partai, sebanyak 64,9% responden menilai PSI memiliki citra “merakyat” seperti Jokowi. Persepsi ini muncul dari gaya komunikasi dan pendekatan politik yang dianggap serupa dengan mantan wali kota Solo tersebut.
Sementara pada aspek kepemimpinan, 62,8% responden menilai PSI mencerminkan gaya kepemimpinan Jokowi yang dikenal sederhana, dekat dengan masyarakat, dan memiliki pendekatan unik dalam pengambilan kebijakan.
Fernando menilai, berbagai temuan ini menunjukkan bahwa di mata publik, PSI dan Jokowi kini seolah menjadi satu kesatuan identitas politik yang sulit dipisahkan.
“Ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari strategi komunikasi politik yang konsisten, termasuk sejak bergabungnya loyalis Jokowi hingga terpilihnya sebagai Ketua Umum PSI,” jelasnya.
Survei bertajuk Pengaruh Sosok Jokowi terhadap Citra PSI dalam Pandangan Masyarakat ini dilakukan secara daring pada 10–17 Juni 2026 di 32 provinsi. Sebanyak 1.922 responden terlibat dengan metode multistage random sampling dan stratified quota sampling untuk memastikan representasi populasi.
Dengan margin of error ±2,54% dan tingkat kepercayaan 95%, hasil survei ini memberikan gambaran kuat bahwa faktor figur masih menjadi kunci utama dalam membentuk citra dan elektabilitas partai politik di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PB PDGI menyebut 95% masyarakat Indonesia rutin sikat gigi, namun kurang dari 3% yang melakukannya di waktu tepat: setelah sarapan dan sebelum tidur.
Presiden FAM Ab Ghani Hassan menargetkan Malaysia mencapai final FIFA ASEAN Cup 2026. Harimau Malaya membawa 23 pemain, termasuk tiga nama baru.
Kejagung menyita 11 mobil milik PT PSMI terkait dugaan korupsi pemanfaatan kawasan hutan untuk perkebunan tebu di Lampung.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta mendorong civitas academica meningkatkan literasi dan kompetensi pemanfaatan kecerdasan artifisial
Disdikpora DIY memanggil Kepala SMAN 1 Sentolo untuk mendalami kasus pelecehan siswa. Satpam yang terlibat telah diganti personel.
Pemkab Gunungkidul melarang pendukung calon lurah menutup jalan selama kampanye Pilur. Sebanyak 630 personel TNI-Polri disiapkan.