Advertisement

Benarkah Pertalite Sekarang Lebih Boros? Pertamina Jelaskan Penyebabnya

Hesti Puji Lestari
Rabu, 21 September 2022 - 19:57 WIB
Arief Junianto
Benarkah Pertalite Sekarang Lebih Boros? Pertamina Jelaskan Penyebabnya Pengendara mengisi bahan bakar di SPBU, di Jakarta, Senin (9/4/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA — PT Pertamina Patra Niaga merespons kritik masyarakat tentang kualitas BBM Pertalite yang dinilai lebih buruk dari sebelumnya.

Seperti diketahui, belakangan ini viral keluhan masyarakat yang menyebut kualitas BBM Pertalite mengalami penurunan. Pengguna Facebook dengan nama Alif Muhammad Firdaus mengungkapkan pengalamannya dalam pengisian Pertalite.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Menurutnya, mobil Suzuki Ertiga GX keluaran 2014 yang diisi BBM Pertalite dengan kapasitas 45 Liter biasanya tahan hingga seminggu. Akan tetapi, belakangan ini setelah diperhatikan, mobil yang sama dan diisi Pertalite yang sama hanya tahan empat hari saja.

Menaggapi keluhan tersebut, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting menegaskan tidak ada penurunan kualitas Pertalite.

BACA JUGA: Kejar Bjorka, Polri Akan Gandeng Pihak Asing

Dia pun menegaskan jika standar dan mutu BBM Pertalite yang dipasarkan melalui lembaga penyalur resmi di Indonesia sesuai dengan Keputusan Dirjen Migas No.0486.K/10/DJM.S/2017 tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) BBM Jenis Bensin 90 tang Dipasarkan di Dalam Negeri.

Irto Ginting mengatakan bahwa penguapan dapat berubah lebih cepat jika temperatur penyimpanan meningkat. Adapun atasan maksimum untuk penguapan (destilasi) Pertalite adalah 10%, dibatasi maksimal 74 derajat Celcius.

"Secara umum produk Pertalite ada di suhu 50 derajat Celcius. Artinya, pada saat temperatur 50 derajat Celcius, Pertalite sudah bisa menguap hingga 10 persen. Semakin tinggi temperatur, maka akan semakin tinggi tingkat penguapannya," jelasnya.

Hal inilah yang membuat Pertalite seperti mudah habis. Untuk mengatasi hal tersebut, dia menyarankan agar masyarakat memarkirkan kendaraannya di tempat yang lebih teduh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Puluhan Santri se-DIY Pamerkan Produk UMKM

Bantul
| Minggu, 05 Februari 2023, 23:37 WIB

Advertisement

alt

Simak! Ini 10 Gunung Termegah di Dunia

Wisata
| Minggu, 05 Februari 2023, 22:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement