Advertisement

DEN Pastikan Stok BBM Nasional Aman Jelang Idulfitri 2026

Newswire
Minggu, 08 Maret 2026 - 14:37 WIB
Sunartono
DEN Pastikan Stok BBM Nasional Aman Jelang Idulfitri 2026 Ilustrasi BBM - Ist. dok. Pertamina Patra Niaga

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Dewan Energi Nasional (DEN) menegaskan bahwa ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di seluruh wilayah Indonesia dalam kondisi mencukupi, sehingga masyarakat diimbau untuk tidak merasa khawatir atau melakukan aksi borong (panic buying).

Kepastian ini didasarkan pada kesiapan Pertamina dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional secara berkelanjutan melalui mekanisme stok sirkuler yang terus diperbarui.

Advertisement

Anggota DEN, M Kholid Syeirazi, menjelaskan bahwa angka cadangan operasional yang sering disebut berada di kisaran 20 hari bukan berarti pasokan akan habis setelah periode tersebut berakhir.

enurutnya, Pertamina sebagai badan usaha pelaksana secara konsisten melakukan pengisian ulang stok begitu barang keluar dari penyimpanan, sehingga volume bahan bakar di tangki timbun tetap terjaga pada level aman.

"Untuk itu, masyarakat diminta tenang, tidak panik dan tidak melakukan penimbunan karena justru berdampak buruk terhadap ekonomi," ujar Kholid dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (8/3/2026).

Kholid merinci bahwa dalam sistem ketahanan energi nasional terdapat tiga klasifikasi cadangan, yakni cadangan strategis, cadangan penyangga energi (CPE), dan cadangan operasional.

Adapun angka 20 hingga 23 hari yang jamak diketahui publik merupakan cadangan operasional milik badan usaha yang bersifat dinamis dan terus dipasok kembali, baik dari hasil produksi dalam negeri maupun impor.

Terkait cadangan penyangga energi, ia menambahkan bahwa hal tersebut bersifat mandatori dan dikelola langsung oleh pemerintah sesuai dengan mandat Perpres Nomor 96 Tahun 2024.

Regulasi ini memastikan negara memiliki simpanan energi cadangan yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan negara guna menghadapi situasi darurat di masa mendatang.

Menjelang momentum Lebaran 2026, Kholid memaparkan data spesifik di mana cadangan Pertalite saat ini tercatat mencapai 28 hari dan Pertamax hingga 29 hari.

Selain bahan bakar kendaraan darat, stok Avtur untuk kebutuhan penerbangan juga dipastikan sangat mencukupi untuk melayani lonjakan pemudik di seluruh bandara internasional maupun domestik.

”Jadi saya mengimbau kepada masyarakat tidak perlu panik. Yang disebut sekitar 20 hari itu stok sirkuler. Jadi keluar masuk. Begitu ada barang keluar, ada barang yang masuk," ujar Kholid menegaskan kembali mekanisme distribusi energi tersebut.

Optimisme ini juga didukung oleh aktivitas pengeboran dan eksplorasi Pertamina yang terus berjalan guna menambah cadangan minyak mentah secara nasional.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, menilai bahwa cadangan operasional setingkat inventory dalam storage tersebut sudah sangat ideal untuk menjalankan bisnis migas.

Ia memberikan gambaran bahwa jika hari ini terjual seribu liter, maka Pertamina akan langsung mendatangkan jumlah yang sama atau bahkan lebih banyak agar roda bisnis tetap berputar.

”Masyarakat tidak perlu khawatir. Karena yang namanya 20 hari, tidak kemudian 20 hari ke depan habis. Tapi ketika dijual, katakanlah hari ini dijual seribu, Pertamina akan mendatangkan juga seribu, bahkan lebih. Karena mereka berkepentingan, bisnis mereka running terus,” katanya.

Bahkan, Komaidi mencatat bahwa ketahanan cadangan operasional Indonesia jauh lebih unggul dibandingkan beberapa negara tetangga di Asia Tenggara.

Sebagai perbandingan, Vietnam tercatat hanya memiliki cadangan operasional selama 15 hari, sementara Laos berada di level yang lebih rendah yakni 10 hari saja.

Guna menjamin kelancaran distribusi selama Ramadan dan Idulfitri, Pertamina melalui Satgas Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) telah melakukan pemetaan kebutuhan di setiap wilayah.

Langkah koordinasi ini diharapkan mampu memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik tanpa perlu merasa waswas akan kelangkaan bahan bakar di jalur utama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

DKP Bantul Perbanyak Papan Larangan Setrum Ikan di Perairan

DKP Bantul Perbanyak Papan Larangan Setrum Ikan di Perairan

Bantul
| Minggu, 08 Maret 2026, 15:37 WIB

Advertisement

Catat! Ini Daftar Hari Libur dan Hari Besar April 2026

Catat! Ini Daftar Hari Libur dan Hari Besar April 2026

Wisata
| Kamis, 05 Maret 2026, 22:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement