Advertisement

Tampilkan Kirab Budaya dalam G20, Polres Magelang Gunakan Pola Pengamanan Humanis

Nina Atmasari
Selasa, 13 September 2022 - 12:27 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Tampilkan Kirab Budaya dalam G20, Polres Magelang Gunakan Pola Pengamanan Humanis Polres Magelang melakukan pengamanan pada Kirab Budaya yang dilanjutkan Rapat Raksasa yang dimulai dari Candi Pawon hingga Taman Lumbini Candi Borobudur, Senin 11/09/2022. - Ist

Advertisement

MAGELANG - Rangkaian kegiatan G20 Bidang Kebudayaan terus berjalan. Seiring dengan itu, pengamanan terus dilakukan oleh jajaran Polres Magelang.

Seperti Kirab Budaya yang dilanjutkan Rapat Raksasa yang dimulai dari Candi Pawon hingga Taman Lumbini Candi Borobudur, Senin 11/09/2022.

Dalam kirab tersebut turut diperlihatkan tarian dan Ogoh-ogoh berbentuk hewan sebagai ikon dari masing-masing Desa yang ada di Borobudur.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

"Hari ini ada yang menarik menurut saya, yaitu kirab dengan memanggul Ogoh-ogoh hewan sebagai ikon untuk setiap Desa yang ada di Kecamatan Borobudur, dibalut dengan tarian khas masing-masing daerah. Ini menunjukkan kearifan lokal dan kreatifitas masyarakat sangat tinggi untuk mendukung perhelatan G20 kali ini," kata Kapolres Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun saat ditemui di Kawasan Candi Borobudur.

Dirinya menyampaikan, tema dalam kegiatan G20 Bidang Kebudayaan kali ini adalah Kebudayaan Untuk Bumi Lestari. Sehingga pengamanan yang akan dilakukan juga harus dapat mengakomodir kearifan lokal dan humanisme.

Baca juga: FKY 2022, Desentralisasi dan Meriwayatkan Budaya dalam Arsip

Dikatakan Sajarod sebanyak sekitar 1.257 personil diterjunkan dalam pengamanan kegiatan yang melibatkan menteri dari negara anggota G20.

"Kali ini kita lakukan pengamanan G20 Bidang Kebudayaan secara maksimal. Mengingat Pariwisata dan Budaya menjadi ikon dari Kabupaten Magelang, sehingga kami ingin kegiatan yang berhubungan dengan dua hal itu dapat berjalan dengan lancar, aman dan nyaman," kata Sajarod.

Disampaikan Sajarod, kegiatan G20 di Bidang Kebudayaan yang mengangkat budaya dan kearifan lokal masyarakat sekitar Borobudur perlu mendapatkan apresiasi dan pengawalan secara maksimal. Karena pada perhelatan G20 hampir seluruh mata dunia akan tertuju di Kabupaten Magelang, khususnya kawasan Borobudur.

Advertisement

"Pengamanan yang kita berikan sesuai arahan Bapak Kapolda, bukan hanya memberikan rasa aman, namun juga rasa Nyaman. Baik untuk pengunjung, pelaku dan masyarakat sekitar," lanjutnya.

Pengamanan yang dilakukan, menurut Sajarod dilakukan dalam beberapa Zona yaitu Zona Penginapan, Zona Kegiatan dan Zona Rapat Kegiatan. Dan dalam setiap Zona terbagi menjadi tiga ring. Ring satu berada di dalam kegiatan, ring dua di luar kegiatan dan ring tiga di wilayah luar kegiatan.

"Kegiatan ini sudah kita mulai pada hari Minggu (11/9/2022) kemarin melalui gelar pasukan dan akan kita lakukan hingga besok tanggal 14 September 2022," lanjutnya.

Advertisement

Baca juga: Malioboro Mal Tidak Dikelola BUMD, Tapi Disewakan ke Manajemen Baru

Sajarod menjelaskan, untuk mendukung pengamanan tersebut maka dibuat sebanyak enam Pospam, Satu Posko G20 dan satu Posko Patwal.

"Kami mohon doa dan dukungan seluruh pihak agar kegiatan pengamanan G20 Bidang Kebudayaan ini dapat berjalan dengan aman dan nyaman. Sehingga masyarakat dunia dapat melihat betapa hebat dan indahnya seni budaya dan kearifan lokal Kabupaten Magelang," pungkas Sajarod.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

13 Guguran Lava Merapi Terjadi Dalam Sepekan

Sleman
| Sabtu, 24 September 2022, 21:07 WIB

Advertisement

alt

Mengenal Pendekar Roti Kolmbeng Terakhir di Jogja

Wisata
| Sabtu, 24 September 2022, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement