Advertisement

Hotman Pertanyakan Sikap Pimpinan Pondok Gontor Terkait Santri yang Meninggal Karena Dianiaya

Newswire
Selasa, 06 September 2022 - 15:27 WIB
Jumali
Hotman Pertanyakan Sikap Pimpinan Pondok Gontor Terkait Santri yang Meninggal Karena Dianiaya Hotman Paris. - Instagram

Advertisement

Harianjogja.com, PONOROGO — Pengacara Hotman Paris Hutapea mempertanyakan sikap Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor yang tidak langsung melaporkan pelaku penganiayaan santri hingga meninggal dunia.

Menurut dia, seharusnya Pondok Gontor tidak hanya mengeluarkan pelaku penganiayaan itu, tetapi juga melaporkannya ke polisi.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Hal itu disampaikan Hotman Paris melalui akun Instagramnya @hotmanparisofficial yang dilihat Solopos.com,-jaringan Harianjogja.com, Selasa (6/9/2022).

Unggahan itu disampaikan Hotman untuk menanggapi keterangan resmi dari Pimpinan Pondok Gontor terkait kasus penganiayaan yang berujung pada meninggalnya seorang santri bernama Albar Mahdi (AM). Dalam keterangan resmi itu, Pimpinan Pondok Gontor menyampaikan permintaan maaf dan mengakui bahwa santri AM meninggal karena dianiaya. Pimpinan pondok juga telah mengeluarkan para pelaku penganiayaan itu.

“Sesudah viral di Hotman 911, pimpinan pesantren Darussalam Gontor baru membuat tanggapan!! knp hanya pecat? Knp pelaku di kembalikan ke orang tua? Harusnya antar ke polisi!!,” tulis Hotman Paris di akun @hotmanparisofficial yang diunggah Senin (5/9/2022).

Seperti diketahui kasus penganiayaan yang berujung pada meninggalnya santri asal Palembang itu terungkap ke publik setelah diviralkan oleh Hotman Paris. Ibu dari santri AM mengadu ke Hotman Paris terkait anaknya menjadi korban penganiayaan hingga meninggal dunia.

Dalam unggahan lain, Hotman Paris juga menyampaikan tanggapannya melalui video. Dia menceritakan saat berkunjung ke Palembang didatangi seorang ibu yang menangis kareana anaknya yang sedang mondok di Pondok Gontor Ponorogo meninggal dunia dan menjadi korban penganiayaan.

“Hotman berkunjung ke Palembang, kedatangan seorang ibu menangis meraung-raung, mengadukan anaknya yang merupakan santri Pondok Modern Darussalam Gontor mennggal dunia. Terlihat jelas, anaknya bersimbah darah menjadi korban penganiayaan, kekerasan,” kata dia yang dilihat dalam vidoe yang diunggah di akun @hotmanparisofficial.

Setelah video itu viral, pada Senin (5/9/2022), Pimpinan Pondok Gontor baru bersikap dan mengakui ada tindak kekerasan yang dilakukan hingga korban meninggal dunia. Namun, yang disayangkan pihak pondok hanya mengeluarkan pelaku penganiayaan itu dan mengembalikan ke orang tuanya. Pondok Gontor belum melaporkan ke polisi.

Untuk itu, Hotman meminta kepada Kapolda Jawa Timur dan Kapolres Ponorogo segera menindaklanjuti kasus penganiayaan ini dan menjemput pelaku. Apalagi Pimpinan Pondok Gontor telah mengakui korbna meninggal akiat tindak kekerasan.

“Ini imbauan saya ketiga untuk Kapolda Jatim supaya menyelidiki kasus ini,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

ATF 2022 Diharapkan Dongkrak Kunjungan Turis Asing ke Gunungkidul, Nglanggeran dan Tepus Jadi Andalan

Gunungkidul
| Jum'at, 03 Februari 2023, 19:17 WIB

Advertisement

alt

5 Destinasi Dekat Stasiun Lempuyangan

Wisata
| Jum'at, 03 Februari 2023, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement