Advertisement
Seoul Longgarkan Sensor Media Korea Utara, Rodong Dibuka
Bendera Korea Selatan. / Ilustrasi Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Korea Selatan melonggarkan sensor terhadap media Korea Utara dengan membuka akses fisik Rodong Sinmun di puluhan institusi publik.
Kementerian Unifikasi mengonfirmasi bahwa akses fisik kini tersedia di sekitar 20 institusi publik, termasuk perpustakaan nasional. Klasifikasi baru ini bertujuan meningkatkan transparansi dan memberikan ruang bagi warga untuk menilai informasi secara mandiri.
Advertisement
"Setelah berkonsultasi dengan instansi terkait, per 26 Desember, Rodong Sinmun resmi diklasifikasikan ulang sebagai materi yang dapat diakses publik," jelas Wakil Menteri Unifikasi, Kim Nam-jung, dalam pengarahan resmi pada Selasa (30/12/2025).
Meskipun akses fisik telah dibuka, Pemerintah Seoul masih memberlakukan pembatasan pada ranah digital. Situs web Rodong Sinmun dan platform daring Korea Utara lainnya tetap diblokir demi alasan keamanan siber. Namun, otoritas terkait sedang mengevaluasi kemungkinan pencabutan blokir terhadap 60 situs lain, termasuk Korean Central News Agency (KCNA).
BACA JUGA
Kebijakan ini didasari oleh keyakinan pada kedewasaan literasi masyarakat Korea Selatan. Presiden Lee Jae-myung menekankan bahwa kontrol informasi yang terlalu ketat sudah tidak relevan dengan semangat demokrasi modern.
"Melarang akses tersebut seolah menganggap warga tidak mampu membedakan mana propaganda dan mana informasi yang sebenarnya," tegas Presiden Lee Jae-myung dalam pernyataan pada 19 Desember lalu.
Langkah berani ini bukan sekadar teknis administratif, melainkan strategi jangka panjang untuk menciptakan koeksistensi damai. Dengan membuka arus informasi, Seoul berupaya membangun fondasi kepercayaan publik yang lebih kuat sebagai modal rekonsiliasi di Semenanjung Korea pada masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Pemkot Jogja Kaji WFH Bagi ASN Guna Tekan Biaya Operasional Kendaraan
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- UMKM Jadi Mesin Perputaran Uang Saat Libur Lebaran di Sleman
- Pembangunan Ratusan Sekolah Rakyat Dikebut, Ditarget Kelar Juli 2026
- Mobil Dinas Baru di Pemkab Gunungkidul Batal, Jalan Rusak Jadi Fokus
- Teh Bisa Kehilangan Manfaat Jika Dicampur Ini
- Ratusan Pemudik Pilih Balik Naik Kapal Perang dari Semarang
- Jalur Selat Hormuz Terganggu, Produksi Minyak Kuwait Anjlok Drastis
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
Advertisement
Advertisement







