Advertisement
Jakarta Rayakan Tahun Baru 2026 dengan Doa dan Donasi
Kembang api malam pergantian tahun. - ilustrasi - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memilih menggelar malam pergantian Tahun Baru 2026 secara sederhana tanpa pesta kembang api, sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan perayaan tahun baru kali ini mengusung tema “Jakarta Global City: From Jakarta With Love” yang menekankan nilai kemanusiaan, kebersamaan, serta kepedulian sosial di tengah situasi bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.
Advertisement
Sebagai wujud solidaritas, Pemprov DKI Jakarta menggelar doa bersama lintas agama di berbagai titik perayaan, sekaligus membuka penggalangan donasi bagi para korban bencana bekerja sama dengan Baznas-Bazis DKI Jakarta melalui sistem QRIS dan transfer perbankan.
"Untuk itu, tema yang diambil dalam menyambut tahun baru juga berbeda dari biasanya. Kali ini mengambil tema 'Jakarta Global City: From Jakarta With Love'," kata Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Rabu.
BACA JUGA
Pramono mengatakan, salah satu acara yang dihadirkan saat malam pergantian tahun, yakni berdoa bersama agar bencana yang terjadi dapat segera teratasi.
"Kami betul-betul mengadakan acara yang melakukan kontemplasi, berdoa bersama. Karena apapun bencana yang terjadi, mudah-mudahan segera bisa kita atasi dengan baik," kata dia.
Pada berbagai lokasi kegiatan di malam pergantian tahun dihadirkan para pemuka lintas agama.
Khusus di Bundaran Hotel Indonesia (HI) rohaniwan yang hadir antara lain Ustadz Muhammad Nur Maulana, Habib Husein bin Ja’far Al Hadar, KH Yusuf Aman, Romo Antonius Suyadi Pr, Pendeta Arliyanus Larosa, JM Tuwari (Hindu), Erwin Tjoe (Budha) dan Js Ruysya Supit (Konghucu).
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga membuka donasi untuk korban terdampak bencana. Pengumpulan donasi ini bekerjasama dengan Baznas-Bazis DKI Jakarta.
"Dengan memakai QRIS tetapi juga bisa ditransfer dan nanti ditampilkan langsung sehingga dengan demikian ketika pergantian waktu jam 24.00 atau 00.00 kita sudah tahu berapa yang akan terkumpul," ujar dia.
Terdapat sejumlah lokasi penyambutan pergantian tahun, yaitu di Lapangan Banteng, Sarinah, BNI Dukuh Atas, Semanggi, Bursa Efek Indonesia, FX Sudirman dan Bundaran HI.
Selain itu ada pula di Kota Tua, Ancol, Taman Literasi, M Bloc Space, Setu Babakan, JIS, TMII, dan di Pulau Untung Jawa (Kepulauan Seribu). "Semuanya dengan kesederhanaan, tidak ada kembang api, tidak ada petasan," katanya.
Pemprov DKI Jakarta berharap perayaan Tahun Baru 2026 yang berlangsung khidmat dan tanpa kembang api ini dapat memperkuat rasa persatuan, empati, serta solidaritas nasional, sekaligus mengajak masyarakat Jakarta memaknai pergantian tahun dengan kepedulian terhadap sesama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Cucu Soeharto, Darma Mangkuluhur Resmi Menikah
- DAS Garoga di Sumatera Utara Penuh Kayu Pascabanjir hingga 1.300 Meter
- Trump Pertimbangkan Serangan ke Iran di Tengah Aksi Protes
- Trump Diduga Siapkan Rencana Invasi ke Greenland, Denmark Geram
- Chen Zhi Diekstradisi, China Perketat Perburuan Penipu Siber
Advertisement
Advertisement
Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
Advertisement
Berita Populer
- BMKG Waspadai Banjir dan Longsor di Jateng hingga Februari
- Harga Cabai Rawit dan Bawang Merah Turun, Ini Data Bapanas
- BMKG: Gempa Kolaka Dipicu Aktivitas Sesar Aktif
- Nadiem Makarim Hadapi Putusan Sela Kasus Chromebook
- Kemendikdasmen Terbitkan Aturan Budaya Sekolah Aman
- FCC Izinkan Ekspansi Starlink untuk Internet ke Ponsel
- Astra Motor Yogyakarta Siapkan Kandidat Menuju Seleksi Nasional FeVoSH
Advertisement
Advertisement




