Advertisement

Ada "Klithih" di Kanada, 10 Orang Tewas Dibacok

John Andhi Oktaveri
Senin, 05 September 2022 - 10:17 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Ada Seorang penumpang mengenakan masker saat tiba di Bandara Pearson, tak lama setelah Toronto Public Health menerima pemberitahuan kasus dugaan pertama virus corona di Kanada, di Toronto, Ontario, Kanada 26 Januari 2020. - Reuters

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA--Baru-baru ini terjadi aksi kejahatan mirip klithih yang menyerang korban dengan senjata tajam di Kanada. Polisi Kanada menyatakan ada 10 orang terbunuh akibat pembacokan secara membabi buta di Provinsi Saskatchewan, Kanada. 

Polisi dilaporkan sedang mencari dua tersangka, sementara 15 orang telah dikirim ke rumah sakit akibat kejahatan menggunakan senjata tajam tersebut.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Dilansir dari Bisnis.com-jaringan Harianjogja.com, penusukan terjadi di beberapa lokasi di wilayah James Smith Cree Nation dan di desa Weldon di wilayah timur laut Saskatoon, kata polisi.

Indikasi awal menunjukkan bahwa para korban diduga diserang secara acak, tetapi polisi belum memberikan kemungkinan motifnya.

Baca juga: Siapa Jadi Panglima TNI Pengganti Andika Perkasa? Ini 3 Calon Paling Masuk Akal

Pencarian tersangka dilakukan saat para penggemar sepak bola menyaksikan pertandingan Liga Sepak Bola Kanada yang tiketnya terjual habis antara Saskatchewan Roughriders dan Winnipeg Blue Bombers.

Polisi wilayah Regina mengatakan bahwa dengan bantuan tenaga keamanan lokal mereka menyisir beberapa wilayah untuk menangkap para tersangka. Mereka telah menyebarkan sumber daya tambahan demi keselamatan publik di seluruh kota, termasuk di Stadion Mosaic.

Peringatan agar pelaku penusukan menyerah  pertama kali dikeluarkan sekitar pukul 7 pagi dan diperpanjang beberapa jam kemudian mencakup wilayah Manitoba dan Alberta karena kedua tersangka masih buron.

Kedua tersangka  bernama masing-masing Damien Sanderson dan Myles. Keduanya dikatakan memiliki rambut hitam dan mata cokelat dan kemungkinan mengendarai Nissan Rogue hitam.

Sementara itu, Otoritas Kesehatan Saskatchewan mengatakan pasien dirawat di beberapa lokasi.

"Panggilan untuk staf tambahan dikeluarkan untuk menanggapi masuknya korban," kata seorang juru bicara, Anne Linemann, dalam sebuah email seperti dikutip TheGuardian.com, Senin (5/9/2022).

Mark Oddan, juru bicara Stars Air Ambulance, mengatakan dua helikopter dikirim dari Saskatoon, Saskatchewan dan satu lagi dari Regina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Jadwal KRL Jogja Solo Jumat 3 Februari 2023

Jogja
| Jum'at, 03 Februari 2023, 04:57 WIB

Advertisement

alt

Traveloka Dorong Digitalisasi Pariwisata di DIY

Wisata
| Kamis, 02 Februari 2023, 23:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement