Advertisement

Kejari Karanganyar: Tersangka Kasus Korupsi BUMDes Berjo Lebih dari Satu Orang

Indah Septiyaning Wardhani
Kamis, 28 Juli 2022 - 17:27 WIB
Jumali
Kejari Karanganyar: Tersangka Kasus Korupsi BUMDes Berjo Lebih dari Satu Orang Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, KARANGANYARKejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar merampungkan pemeriksaan saksi dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berjo, Ngargoyoso.

Pemeriksaan akhir terhadap saksi ditutup dengan meminta keterangan ahli. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karanganyar Mulyadi Sajaen melalui Kasi Pidsus Tubagus Gilang Hidayatullah mengatakan pemeriksaan saksi ahli merupakan tahap akhir sebelum dilakukan penetapan siapa tersangka dalam kasus ini.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

“Pemeriksaan saksi dan keterangan ahli kita lakukan untuk mendukung bukti yang lain,” kata dia, Kamis (28/7/2022).

Ihwal tersangka Gilang mengaku sudah memiliki gambaran.

Yang jelas, ia mengatakan tersangka atas kasus tersebut lebih dari satu.

Saat ini tim penyidik Kejari melakukan finalisasi pemeriksaan saksi.

Termasuk keterangan ahli untuk melengkapi alat bukti sebelum penetapan tersangka. Peningkatan status dari penyelidikan ke penyidikan ini dilakukan karena pihaknya menemukan adanya dugaan awal terjadinya tindak pidana korupsi.

Sejauh ini penyidik telah mengantongi hasil audit Inspektorat mengenai nilai kerugian negara dari kasus dugaan korupsi BUMDes Berjo.

Advertisement

Dari audit Inspektorat Karanganyar kerugian negara mencapai Rp1,1 miliar. Uang Rp1,1 miliar yang menjadi temuan dari Inspektorat, sebagian digunakan untuk kepentingan pribadi yang nilainya mencapai Rp795 juta.

Kemudian sisanya untuk kegiatan pembangunan seperti sewa alat berat, pemugaran lahan parkir dan beberapa kegiatan lainnya. Selain Rp1,1 miliar, penyidik Kejari Karanganyar juga meminta Inspektorat melakukan audit tambahan terkait adanya anggaran Rp700 juta untuk pembangunan fisik. Di antaranya digunakan untuk pembangunan fisik kantor BUMDes.

“Kami minta Inspektorat untuk menelusuri itu, benar apa tidak penggunaan anggarannya,” katanya.

Advertisement

Dalam kasus ini, penyidik Kejaksaan mensinyalir tidak hanya satu tersangka. Namun dimungkinkan ada beberapa tersangka lain yang diduga turut serta menikmati atas pengelolaan dana BUMDes tahun anggaran 2020 totalnya sekitar Rp2,6 miliar.

Sebelumnya, Kajari Karanganyar, Mulyadi Sajaen, berjanji segera mengumumkan tersangka kasus dugaan korupsi penggunaan anggaran BUMDes Berjo.

Hal tersebut dikatakan Kajari kepada wartawan seusai upacara Hari Bhakti Adhyaksa pada Jumat (22/07/2022). Menurut Kajari, kasus ini telah memasuki tahapan penyidikan.

“Dalam waktu dekat tersangka kita tetapkan. Tersangka lebih dari satu orang,” ujarnya.

Advertisement

Kasus dugaan korupsi BUMDes Berjo bermula dari aduan masyarakat setempat yang disampaikan awal Januari lalu.

Dalam laporannya warga Berjo menduga telah terjadi penyalahgunaan wewenang serta dugaan korupsi di BUMDes pada 2020. Adapun laporan itu berupa dugaan korupsi penggunaan anggaran Rp2,6 miliar yang dikelola BUMDes tersebut.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Ciri Khas Tiap Kemantren Berkumpul di Festival Jogja Kota 2022

Jogja
| Jum'at, 02 Desember 2022, 23:47 WIB

Advertisement

alt

Sambut Natal, Patung Cokelat Sinterklas Terbesar di Indonesia Ada di Hotel Tentrem Jogja

Wisata
| Jum'at, 02 Desember 2022, 23:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement