Advertisement
Wanti-Wanti Sri Mulyani: Harga Pangan Akan Terus Naik
Tumpukan karung beras memenuhi kios salah satu pedagang beras di Pasar Wates, Kulonprogo, pada Jumat (20/3/2020). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
Advertisement
Harianjogja.com, BALI – Menteri Keuangan RI Sri Mulyani menyebut harga pangan akan terus naik hingga akhir 2022 karena peningkatan kelaparan global semakin mengkhawatirkan.
Menurutnya, perang Rusia di Ukraina dan pembatasan ekspor semakin memperburuk dampak pemulihan dari pandemi Covid-19. Kondisi tersebut telah membawa ketidaksesuaian permintaan dan mengganggu pasokan, sehingga mendorong harga pangan ke level yang semakin tinggi.
Advertisement
BACA JUGA: Utang Luar Negeri Indonesia Turun, Ini Penyebabnya
“Harga pangan sudah melonjak hampir 13 persen pada Maret 2022. Ini juga mencapai level baru dan kemungkinan akan naik lebih jauh, dengan potensi hingga 20 persen menjelang akhir tahun 2022,” ujarnya dalam Seminar Internasional: Global Collaboration for Tackling Food Insecurity G20 Indonesia di Nusa Dua, Bali, Jumat (15/7/2022).
Menurutnya, tantangan terhadap ekonomi global kemungkinan akan terus berlanjut sehingga membuat harga pangan tetap berada di level tinggi. Situasi ini, lanjutnya, diproyeksikan semakin memburuk karena pandemi Covid-19 belum usai dan perang masih berlangsung di Ukraina.
Selain itu, dia menyebutkan krisis pupuk turut mengancam dan berpotensi memperburuk situasi hingga tahun depan. Oleh sebab itu, forum pertemuan Kementerian Keuangan dan Bank Sentral menilai adanya urgensi untuk mengatasi krisis pangan.
“Pengerahan semua mekanisme pembiayaan yang tersedia segera diperlukan untuk menyelamatkan nyawa dan memperkuat stabilitas keuangan serta respons sosial. Hal ini mendesak bagi banyak negara berpenghasilan rendah dan negara berkembang,” tuturnya.
BACA JUGA: Jokowi Panggil Para Aktivis 98 ke Istana, Ada Apa?
Sri Mulyani menyatakan bahwa G20 dinilai perlu untuk melanjutkan serta mempertahankan kebijakan ekonomi makro secara tepat. Meski bukan hal baru, G20 mengakui pentingnya sektornya pertanian untuk pengurangan kemiskinan serta memperkuat ketahanan pangan.
“Jadi, selama diskusi kami tentang Presidensi G20 di Indonesia, para anggota telah mengidentifikasi kebutuhan mendesak untuk mengambil langkah-langkah konkret, serta bekerja sama dengan organisasi-organisasi internasional yang bertindak nyata untuk mengatasi kerawanan pangan yang semakin meningkat,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Pejabat Kongres: AS Belum Punya Pertahanan Memadai Hadapi Drone Shahed
- BGN Pecat Kepala SPPG Tanjung Kesuma Terkait Dugaan Pencabulan Anak
- YouTuber Resbob dan Bigmo Jadi Tersangka Fitnah Azizah Salsha
- ABK Penyelundup 2 Ton Sabu di Batam Divonis 5 Tahun Penjara
- Update Mudik Lebaran 2026: Masih Ada 2,37 Juta Tiket Kereta Api KAI
Advertisement
Tanah Bergerak di Pajangan Bantul, 20 Rumah Rusak dan 1 Roboh
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Pernah Jadi Kompleks IRGC, Sekolah di Iran Hancur Diserang AS
- Ini Tanda Tekanan Emosional Sudah Perlu Bantuan Profesional
- Dinkes DIY Temukan 57 Kasus Positif Campak, Targetkan Imunisasi Merata
- Austria Jajaki Kerja Sama Bangun IKN sebagai Kota Hutan Modern
- Ini Daftar Kategori Obat dan Makanan Ilegal Terlaris di Online 2025
- Tips Mudik Penderita GERD Agar Asam Lambung Tetap Stabil
- Selat Hormuz Terganggu, Saudi Aramco Naikkan Harga Minyak ke Asia
Advertisement
Advertisement








