Harga Pertamax Melonjak, Apindo Khawatir Biaya Usaha Membengkak
Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter. Apindo menilai kenaikan BBM nonsubsidi berpotensi menambah tekanan biaya operasional dunia usaha.
Berikut Gejala Omicron BA.4 dan B.5 Dibandingkan Varian Lainnya/Antara
Harianjogja.com, JAKARTA — Dua subvarian covid Omicron baru yaitu BA.4 dan BA.5 menunjukkan bahwa versinya lebih menular dan lebih mungkin menyebabkan infeksi terobosan daripada bentuk Omicron sebelumnya.
Dilansir dari Very Well Health, para peneliti sedang bekerja untuk mengungkap karakteristik yang membuat BA.4 dan BA.5 unik. Data awal dari studi laboratorium menunjukkan varian telah berevolusi untuk menyebar lebih mudah, pertahanan kekebalan yang lebih baik, dan membuat orang sakit.
Banyak varian Omicron, baik Omicron maupun sub-garis keturunan Omicron, memiliki mutasi dari keempat varian sebelumnya yaitu Alpha, Beta, Gamma, dan Delta. Misalnya, BA.4 dan BA.5 mempertahankan beberapa mutasi di Delta, termasuk bagian dari genom yang disebut residu L452. Mutasi ini mengubah protein lonjakan untuk membantu virus menempel lebih baik pada reseptor ACE2 di sel manusia dan menyebabkan penyakit.
Sedikit perubahan kimiawi pada residu L452 berarti virus dapat lebih baik mengikat reseptor ACE2 dan memasuki sel. Mutasi spesifik ini sangat menunjukkan kecocokan varian sehingga Organisasi Kesehatan Dunia menempatkan BA.4 dan BA.5 sebagai garis keturunan Variant of Concern yang memerlukan perhatian dan pemantauan yang diprioritaskan.
Gejala Omicron Secara Keseluruhan
Dilansir dari Deseret News, gejala omicron yang harus diwaspadai adalah termasuk gejala umum Covid-19, yaitu:
Berikut adalah empat gejala omicron yang paling sering dilaporkan:
Dengan BA.4 dan BA.5, ada beberapa penelitian pada hewan yang menunjukkan sedikit lebih banyak patogen, maka sedikit lebih bermasalah. Contohnya seperti di beberapa paru-paru hewan dan pada tikus, dll.
Dikutip dari NBC News, potensi BA.4, BA.5 bisa menjadi sedikit lebih intens, tapi secara keseluruhan, gejala yang signifikan adalah pertanda bahwa Anda bisa menjadi lebih sakit dibanding varian lainnya.
Perubahan dari BA.1 ke BA.2 cukup halus yaitu jika BA.2 maka disertai pilek dan kelelahan meningkat. Namun tidak ada bukti varian BA.2 menyebabkan penyakit yang lebih parah. 72% dari mereka yang pilek mengatakan mereka mengalami kelelahan, naik dari angka 68% selama gelombang omicron pertama.
BA.1 dan BA.2 secara genetik mirip seperti Delta dengan Alfa. Secara umum, kemungkinan terkena Covid setelah infeksi sebelumnya meningkat seiring waktu, Tingkat perlindungan Anda juga dapat bergantung pada seberapa sakit yang Anda alami sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter. Apindo menilai kenaikan BBM nonsubsidi berpotensi menambah tekanan biaya operasional dunia usaha.
Gibran ajak 5 mahasiswa ikut kunjungan kerja ke NTT hingga Papua untuk meninjau program prioritas pemerintah dan serap aspirasi.
BMKG prakirakan hujan meluas di Indonesia 18 Juni 2026. Waspada potensi cuaca ekstrem, petir, dan bencana hidrometeorologi.
KPK dalami dugaan aliran dana 1 juta dolar ke Pansus Haji DPR dalam kasus korupsi kuota haji dengan kerugian Rp622 miliar.
Seorang pencari kayu bakar bernama Rujito ditemukan tewas di dasar luweng Alas Turi di Padukuhan Macanmati, Girimulyo, Panggang, Rabu (17/6/2026) malam.
IHSG dibuka melemah ke 6.191, investor menunggu keputusan The Fed dan BI serta sentimen global.