Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Penampilan terbaru Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo/Ist
Harianjogja.com, JAKARTA--Hasil survei yang dilakukan oleh lembaga Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan bahwa elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungguli elektabilitas Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
"Dalam simulasi pilihan tertutup terhadap tiga nama, Ganjar mendapat dukungan cukup unggul jauh dengan nilai 30,3 persen," kata Direktur Riset SMRC Deni Irvani melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (6/9/2022).
Sementara, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meraih elektabilitas sebesar 27,3 persen dan Anies Baswedan 22,6 persen serta 19,9 persen responden menyatakan belum tahu.
Ia menyebutkan elektabilitas Ganjar di angka 30,3 persen tersebut, merangkak naik sejak Maret 2022 yang awalnya hanya 26,3 persen. Sementara, elektabilitas Prabowo Subianto turun dibandingkan capaian sebelumnya yakni 34,3 persen.
Tidak hanya Prabowo Subianto, elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga mengalami penurunan. Pada Maret 2022, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut meraih elektabilitas 23,8 persen.
BACA JUGA: Perang Rusia vs Ukraina Hari ke-106: Makin Kacau! Pasukan Ukraina Dipaksa Mundur
"Keunggulan Ganjar dengan kinerja pemerintah. Kinerjanya positif," kata Deni.
Survei dilakukan pada 10 hingga 17 Mei 2022 dengan melibatkan 1.220 responden dan dipilih secara acak (multistage random sampling).
Ia mengatakan untuk responden yang dapat diwawancarai secara valid (response rate) sebanyak 1.060 atau 87 persen, dan seluruh responden dilakukan analisis.
Untuk margin of error survei diperkirakan sekitar 3,07 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.
Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara acak sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih. Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti, jelas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.