Advertisement

Kecelakaan Kereta Kelinci Merenggut Nyawa Bocah, Begini Kronologinya

Nimatul Faizah
Rabu, 11 Mei 2022 - 18:57 WIB
Arief Junianto
Kecelakaan Kereta Kelinci Merenggut Nyawa Bocah, Begini Kronologinya Ilustrasi kecelakaan - Ist

Advertisement

Harianjogja.com, BOYOLALI--Kereta kelinci mengalami kecelakaan di Jalan Andong-Nogosari, Dukuh Tegalrejo, Desa Sempu, Kecamatan Andong, Boyolali, Rabu (11/5/2022), sekitar pukul 10.20 WIB.

Akibatnya, dua penumpangnya meninggal dunia dan tiga orang lainnya mengalami luka ringan. Kedua korban meninggal dunia sama-sama berasal dari Dukuh Cepoko, Desa Sangge, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

“Korban meninggal dunia atas nama Ida Kumala Sari, perempuan berumur 30 tahun, mengalami luka patah tulang belakang. Kemudian yang kedua bernama Tama, anak laki-laki berumur empat tahun mengalami luka patah tulang leher,” ucap Kanitlaka Satlantas Polres Boyolali, Ipda Budi Purnomo, Rabu.

BACA JUGA: Dua Tahun Vakum, Wagub Jateng Kembali Gelar Tradisi Halalbihalal

Sementara ketiga korban luka ringan salah satunya adalah pengemudi kereta kelinci yang bernama Purwadi, 60, dan beralamat sama di Dukuh Cepoko. 

"Purwadi mengalami luka di kaki kanan dan kiri. Saat ini yang bersangkutan tersebut dirawat di RSU Asy Syifa Sambi Boyolali. Kemudian dua korban luka ringan lainnya adalah penumpang anak-anak, masing-masing bernama Danu Irawan, anak laki-laki berumur enam tahun, mengalami luka rahang dan kepala. Kemudian Janet, anak laki-laki berumur tujuh tahun, luka pada rahang. Keduanya dirawat di RS Waras Wiris Andong,” jelasnya.

Lebih lanjut, Budi mengungkapkan kronologi kereta kelinci maut tersebut saat mengalami kecelakaan. Kereta kelinci yang mengangkut 22 penumpang tersebut berjalan dari arah utara ke selatan atau dari Sempu ke jalan kampung.

“Sesampai di lokasi kejadian, kereta mengalami kerusakan mesin. Kemudian didorong sebagian penumpang, kemudian setelah mesinnya hidup malah melaju tak terkendali,” kata dia.

Budi menduga hal tersebut mengakibatkan pengemudi tidak dapat menguasai kendaraan sehingga kendaraan oleng ke kanan dan terguling di perkebunan warga yang berada di sebelah kanan jalan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Solopos.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Talkshow Kebangsaan Peran Tionghoa bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia Ceritakan Kepahlawanan

Jogja
| Selasa, 07 Februari 2023, 18:27 WIB

Advertisement

alt

Mengenal Kampung Batik Giriloyo yang Sempat Terpuruk Karena Gempa 2006

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 13:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement