Ganjar Ingatkan Pemudik Borong Dagangan Tetangga di Kampung

Ganjar Pranowo. - Istimewa
28 April 2022 17:17 WIB Arief Junianto News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta para pemudik yang pulang ke Jawa Tengah untuk memborong dagangan tetangga di kampung halaman masing-masing.

Hal itu disampaikan Ganjar saat melepas 5.748 pemudik se Jabodetabek ke Jawa Tengah di Museum Purna Bhakti Pertiwi Kompleks TMII Jakarta, Kamis (28/4/2022). Diaspora Jateng itu mudik mengginakan fasilitas bus sebanyak 126 bus bantuan gubernur Jateng, bupati/wali kota dan Bank Jateng.

BACA JUGA: Pecah Rekor! Adaro (ADRO) Bagi Dividen Sekitar Rp9,3 Triliun

"Saya melihat semua bahagia dan sudah rindu kampung halaman. Ya karena sudah dua tahun enggak pulang. Yang sudah dapat THR ayo ngacung. Nanti THR-nya dibelanjakan untuk mborong dagangan tetangga di kampung halaman ya, biar ekonomi menggelinding," kata Ganjar, melalui rilis, Kamis.

Program mudik, lanjut Ganjar, memang tidak hanya sekadar sungkem kepada orang tua dan kerabat. Menurutnya, di samping nilai-nilai religiusitas dan spiritualitas, ada dampak lain yang sangat besar dari rutinitas tahunan bangsa Indonesia itu.

Dampak itu lanjut dia salah satunya adalah ekonomi. Banyaknya pemudik yang datang dari kota ke kampung halaman, bisa mengungkit pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah masing-masing.

"Makanya kemarin-kemarin saya minta ke bupati/wali kota ayo disiapkan. Apa saja potensi yang ada di daerah yang bisa dikembangkan secara ekonomi untuk menyambut program mudik ini," imbuhnya.

BACA JUGA: 233 Warga Wadas Terima Ganti Untung Lahan Terdampak Tambang

Pihaknya juga sudah menyiapkan dengan menggelar pelatihan kepada para pelaku UMKM di Jateng. Mereka dilatih serta didampingi agar bisa berkualitas.

"Maka kami dorong agar mereka para pemudik ini, nanti kalau belanja ya yang umkm. Yang punya teman, punya tetangga itu diborong sehingga itu nilai ekonominya akan tumbuh," ucap dia.

Diketahui, jumlah pemudik ke Pulau Jawa tahun ini diperkirakan sebanyak 23 juta. Dari jumlah itu, sebagian besar pemudik adalah warga Jawa Tengah.