Advertisement
Sejumlah Artis Terseret, Apa Itu Investasi Bodong DNA Pro?
Figur Publik Ivan Gunawan memenuhi panggilan penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri sebagai saksi dalam kasus robot trading DNA Pro pada Kamis, 14 April 2022 - Bisnis/Setyo Aji Harjanto.
Advertisement
Harianjogja.com, SOLO - Menurut Satgas Waspada Investasi atau SWI, terdapat 20 entitas yang ditemukan melakukan kegiatan investasi ilegal dalam berbagai bentuk. Salah satunya robot trading DNA Pro.
Dari penelusuran, platform yang menggunakan sistem multi level marketing (MLM) ini berasal dari perusahaan bernama PT DNA Pro Akademi. Nah, robot trading yang disediakan oleh DNA Pro ini bertugas menganalisis saham dan obligasi dengan menggunakan algoritma.
Advertisement
Namun, dalam proses operasionalnya, DNA Pro menerapkan sistem penjualan dengan skema ponzi. Di sisi lain, para membernya juga diwajibkan mengajak anggota baru sebanyak-banyaknya dengan iming-iming bonus yang besar.
Nantinya, member-member ini akan mendapat keuntungan berdasarkan jumlah transaksi yang dilakukan oleh anggota baru yang direkrut.
Baca juga: Terseret Kasus DNA Pro, Virzha hingga Lesti Kejora Dipanggil Bareskrim
Selain itu, ia juga menawarkan keuntungan satu persen tiap hari melalui investasi emas atau Forex yang bekerja sama dengan Alfa Success Corporation, serta serta berbagai macam bonus, seperti penjualan robot 15 level, bonus profit sharing 5 level, dan bonus networking 5 level.
Lepas dari itu, saat ini kasus DNA Pro sendiri diketahui telah menyeret sejumlah nama dari kalangan artis.
Mereka di antaranya adalah Ivan Gunawan yang sempat didapuk sebagai brand ambasador, Ello, Rossa, Yosi Project Pop, Billy Syahputra, Rizky Billar dan Lesti Kejora, serta DJ Una.
Dikatakan, pihak kepolisian akan memeriksa mereka dalam kapasitas sebagai saksi.
Sementara sebelumnya, Direktorat Jenderal PKTN dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kemendag telah menyegel operasi DNA Pro Akademi yang melakukan usaha penjualan expert advisor atau robot trading tak berizin.
Namun, PT DNA Pro Akademi membangkang dengan membuka segel, hingga akhirnya Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) kembali menyegelnya pada akhir Januari 2022 lalu.
“Kemendag bersama Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri menindak tegas PT DNA Pro Akademi dengan menyegel kembali kantor perusahaan tersebut. Implikasi pidananya kami serahkan kepada penegak hukum lainnya,” kata Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag Veri Anggrijono.
PT DNA Pro Akademi diduga telah melanggar ketentuan UU No. 7/2014 tentang Perdagangan, yaitu menjalankan kegiatan usaha penjualan expert advisor atau robot trading dengan menggunakan sistem multi level marketing (MLM) atas dasar legalitas berupa nomor induk berusaha (NIB) dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia 47999 atau perdagangan eceran bukan di toko, kios, kaki lima, dan los pasar lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BMKG Wanti-wanti Hujan Lebat di Jateng hingga Akhir Januari 2026
- PLN Hadirkan Tambah Daya Listrik Instan untuk Hajatan dan Proyek
- KPK Duga Modus CSR Dipakai dalam Aliran Dana Wali Kota Madiun
- OTT Madiun Seret Kepala Daerah hingga Swasta, Ini Rinciannya
- Guru dan Murid di Jambi Adu Jotos, Kasus Berujung Laporan ke Polda
Advertisement
Satu Keluarga di Pandeyan Bantul Diusir Warga, Polisi Bilang Begini
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Produksi Ikan Budidaya Bantul Lampaui Target, Tembus 13.825 Ton
- Perda Kebencanaan Masuk Agenda 13 Propemperda Sleman 2026
- BMKG Tetapkan Zona Merah Selatan NTB, Gelombang 6 Meter Mengancam
- Pos Bantuan Hukum Dinilai Redam Sengketa Warga Sleman
- Tragedi Kereta Api Spanyol, Korban Tewas di Andalusia Capai 42 Orang
- Barcelona Resmi Pinjamkan Ter Stegen ke Girona hingga Juni 2026
- DVI Identifikasi Pramugari Korban ATR 42-500, Florencia Lolita
Advertisement
Advertisement



