Advertisement

Pemerintah Beri Sinyal Kenaikan Harga Elpiji

Faustina Prima Martha
Rabu, 13 April 2022 - 19:47 WIB
Budi Cahyana
Pemerintah Beri Sinyal Kenaikan Harga Elpiji Petugas menata tabung gas Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Jakarta, Selasa (11/1/2021). Bisnis - Suselo Jati

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif melemparkan sinyal kenaikan harga elpiji.

BACA JUGA: Mahfud MD: Pengeroyok Ade Armando Bukan Mahasiswa

Arifin mengatakan situasi politik global yang tak menentu menyebabkan kenaikan harga acuan komoditas energi, termasuk gas.

Hal itu mengakibatkan harga elpiji yang ditetapkan dengan acuan CP Aramco mengalami kenaikan menjadi US$839,6 per metrik ton. Harga tersebut jauh di atas asumsi awal yang hanya mencapai US$569 per metrik ton.

Arifin menjelaskan, dalam jangka pendek pemerintah akan melakukan penyesuaian formula elpiji 3 kg. Di sisi lain, dalam jangka menengah akan melakukan penyesuaian harga jual eceran untuk mengurangi tekanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan menjaga inflasi.

"Dan penyesuaian harga jual eceran untuk mengurangi tekanan APBN dan menjaga inflasi, serta percepatan program biogas," jelas Arifin dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI Rabu (13/04/2022).

Pemerintah juga akan mengawasi distribusi elpiji 3 kg agar tepat sasaran.

"Untuk menjaga ketersediaan elpiji dan mengurangi impor, dalam jangka pendek, akan dilakukan peningkatan pengawasan pendistribusian elpiji 3 kg tepat sasaran, kerja sama dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum, dan melakukan uji coba penjualan dengan aplikasi MyPertamina di 34 kabupaten/kota do 2022, serta melakukan penyesuaian formula elpiji 3 kg," urainya.

BACA JUGA: BEM Soloraya akan Demo Besar-besaran pada 14 April, Wali Kota Gibran Ikut?

Adapun untuk jangka menengah, pemerintah akan menerapkan subtitusi kompor LNG dengan kompor induksi.

Advertisement

“Pemerintah akan melakukan substitusi kompor elpiji dengan kompor induksi [listrik]. Jaringan gas kota [jargas] yang diharapkan mencapai 1 juta rumah tangga per tahun. Kemudian, mengubah skema subsidi yang kini berbasis pada komoditas menjadi subsidi langsung ke penerima. Serta, substitusi dengan Dimethyl Ether [DME] untuk mengurangi 1 juta metrik ton elpiji pada 2027,” kata Arifin.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Vakum 2 Tahun, Festival Keroncong kembali Digelar di Gunungkidul

Gunungkidul
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 04:47 WIB

Advertisement

alt

Hadir Tempat Glamping Baru di Jogja, Arkamaya Sembung Namanya

Wisata
| Jum'at, 30 September 2022, 15:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement