Advertisement

Jumlah Tentara Rusia yang Tewas di Tanah Ukraina Tembus 14.000!

Edi Suwiknyo
Kamis, 17 Maret 2022 - 19:07 WIB
Bhekti Suryani
Jumlah Tentara Rusia yang Tewas di Tanah Ukraina Tembus 14.000! Pasukan Rusia menggunakan tank dan senjata untuk membombardir kota-kota di Ukraina - Ukrinform.net

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA – Jumlah kerugian pihak Rusia dalam operasi khusus di Ukraina yang sudah berlangsung sejak tanggal 24 Februari 2022 terus bertambah. Satu persatu kendaraan tempur rontok dan belasan ribu prajurit Rusia dikabarkan meregang nyawa di tanah Ukraina.

Selama 24 jam terakhir, misalnya, Ukraina mengklaim telah berhasil menghancurkan pos komando dan unit pendukung Militer ke-35 Distrik Militer Timur Angkatan Bersenjata federasi Rusia. 

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Selain itu, sehari sebelumnya, pasukan Ukraina menghancurkan 10 target udara antara lain 2 pembom tempur Su-34, 3 Pesawat tempur Su-34 SM, tiga helikopter dan UAV.

"Informasi tentang jenis pesawat lain yang jatuh dan kematian pilot sedang diklarifikasi. Unit-unit  Angkatan Bersenjata Ukraina terus bekerja secara aktif untuk menghilangkan kemampuan pesawat Rusia untuk mendominasi udara," demikian bunyi keterangan pihak Ukraina yang dikutip, Kamis (17/3/2022). 

Adapun pihak Ukraina mengklaim jumlah personel Angkatan Bersenjata Rusia yang tewas sekitar 14.000. Jumlah ini naik 200 orang dibandingkan dengan laporan yang dirilis otoritas Kiev sehari yang lalu. 

Total kerugian tempur musuh hingga 17 Maret, personel sekitar 14.000.

BACA JUGA: Aturan Ganjil Genap di Jalan Parangtritis Diperlonggar

Ukraina juga mencatat Rusia kehilangan 444 tank, APV 1435, sistem artileri 201, MLRS 72, sistem persenjataan anti-pesawat 43, pesawat 86, helikopter 108, dan kendaraan sebanyak 864.  

Selain itu sebanyak 3 perahu, 60 tangki bahan bakar, 11 UAV, dan 10 peralatan khusus milik Angkatan Bersenjata Rusia berhasil dihancurkan selama peperangan yang sudah berlangsung lebih dari 20 hari tersebut. 

Data sedang diperbarui. Perhitungannya cukup rumit karena intensitas permusuhan yang tinggi,” tukasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Padat Karya Bantul Berdayakan Warga Miskin di 70 Kalurahan

Bantul
| Kamis, 09 Februari 2023, 01:27 WIB

Advertisement

alt

Meski Ada Gempa, Minat Masyarakat ke Turki Tak Surut

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 22:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement