Advertisement
Rusia Perkuat Pertahanan Arktik, Merespons Isu Greenland
Presiden Rusia Vladimir Putin. - Reuters
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Rusia menegaskan akan memperkuat kemampuan militernya di Arktik. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap ancaman yang terkait dengan situasi di sekitar Greenland.
Berbicara dalam konferensi pers di Moskow, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan Moskow mendukung China dan menganggap "tidak dapat diterima" untuk menggunakan referensi terhadap "aktivitas tertentu" mereka di wilayah Arktik sebagai dalih untuk meningkatkan ketegangan di sana.
Advertisement
"Negara kami akan terus dengan tegas mempertahankan posisinya di wilayah tersebut. Kami akan melanjutkan kebijakan kami untuk memperkuat kedaulatan nasional di zona Arktik. Pertama-tama, kemampuan pertahanan dan infrastruktur Jalur Laut Utara kami sendiri," katanya.
Zakharova mencatat bahwa AS menetapkan Greenland sebagai "wilayah kepentingan AS," dengan narasi yang tidak berdasar tentang "ancaman Rusia."
BACA JUGA
"Kami setuju dengan posisi China tentang tidak dapat diterimanya rujukan terhadap aktivitas Rusia dan China tertentu di sekitar Greenland sebagai alasan untuk peningkatan ketegangan saat ini," katanya.
"Kami juga yakin bahwa peningkatan ketegangan yang muncul di wilayah Arktik adalah konsekuensi langsung dari tindakan Aliansi Atlantik Utara," tambahnya.
Juru bicara tersebut mendesak agar setiap perbedaan mengenai Greenland diselesaikan melalui negosiasi sesuai dengan hukum internasional dan dengan mempertimbangkan kepentingan penduduknya.
Menurut Zakharova, NATO telah mengubah wilayah Arktik "menjadi arena persaingan geopolitik" dan bersedia menggunakan cara militer untuk memperkuat posisinya.
"Mereka sendiri yang pertama kali menciptakan gagasan bahwa ada beberapa yang disebut agresor, dan kemudian mereka sendiri yang menciptakan gagasan bahwa mereka siap melindungi seseorang dari agresor yang dituduhkan ini," ujarnya.
Zakharova memperingatkan Eropa bahwa setiap upaya untuk meningkatkan ketegangan di Arktik dan menciptakan ancaman bagi keamanan Rusia, anggota penuh komunitas Arktik, akan memiliki konsekuensi serius.
"Dapat dipahami bahwa setiap upaya untuk mengabaikan kepentingan Rusia di Arktik, terutama di bidang keamanan, tidak akan dibiarkan begitu saja dan akan memiliki konsekuensi yang luas," tegasnya.
Pada Rabu, Presiden AS Donald Trump mengatakan dalam unggahan di Truth Social bahwa Washington membutuhkan kendali atas Greenland untuk sistem pertahanan udara dan rudal Golden Dome yang direncanakannya.
Greenland adalah bagian dari Denmark sebagai wilayah otonom. Pada 1951, Washington dan Kopenhagen, selain komitmen aliansi NATO mereka, menandatangani perjanjian pertahanan. Menurut perjanjian ini, AS berkewajiban untuk membela pulau tersebut dari kemungkinan agresi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Arus Kendaraan di Jalan Tol Meningkat Jelang Libur Isra Mikraj
- Banjir Bandang di Pulau Siau Sulawesi Utara Berdampak pada 1.377 Warga
- Dokter Peringatkan Risiko Penyakit Pekerja Lapangan Saat Banjir
- Sejumlah Negara di Eropa Imbau Warganya Tinggalkan Iran karena Protes
- Syafiq Ridhan Ali, Korban Hilang Gunung Slamet Ditemukan Meninggal
Advertisement
Pemilihan Lurah Natah Gunungkidul Digelar Februari, Bujet Rp20 Juta
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Dokter Peringatkan Risiko Penyakit Pekerja Lapangan Saat Banjir
- Hujan Deras Picu Longsor dan Banjir, 48 KK di Banjarnegara Mengungsi
- X Batasi Grok demi Lindungi Pengguna dari Gambar AI Seksual
- Banjir Rendam 62 Sekolah di Kudus, Siswa Belajar Daring
- Pengadilan Jakarta Selatan Vonis Laras Faizati 6 Bulan Percobaan
- Prabowo Tambah Dana Riset Perguruan Tinggi Jadi Rp12 Triliun
- Satpol PP Bantul Petakan Akomodasi Ilegal, Tunggu Dasar Penindakan
Advertisement
Advertisement




