Advertisement
Produksi Bawang Merah Anjlok 50 Persen, Petani Geram dengan Pemerintah
Petani panen bawang merah di Desa Taraban, Pamekasan, Jawa Timur, Senin (2/10). - ANTARA/Saiful Bahri
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Serikat Petani Indonesia (SPI) menilai pemerintah terbilang lamban untuk mengantisipasi anjloknya produktivitas petani bawang merah di tengah cuaca buruk yang selalu berulang pada awal tahun.
Ketua Pusat Perbenihan Nasional (P2N) SPI Kusnan mengatakan pemerintah tidak memberdayakan sejumlah sentra produksi bawang merah yang belakangan berhenti untuk berproduksi lantaran harga komoditas yang selalu anjlok beberapa tahun terakhir.
Advertisement
“Setiap tahun kan sudah terjadi krisis seperti ini seharusnya sebelum ada masalah seperti ini pemerintah bisa antisipasi dengan memberdayakan petani yang dulu masih menanam di sentra produksi kemudian berhenti,” kata Kusnan melalui sambungan telepon, Jumat (11/3/2022).
Sejumlah sentra produksi yang berhenti, Kusnan mencontohkan, terjadi di Nusa Tenggara Barat dan Bali. Konsekuensinya, produksi bawang merah secara nasional rentan dilakukan ketika diterjang cuaca buruk berkepanjangan jika berpusat di Pulau Jawa.
“Siapa dulu yang di sentra-sentra tanam bawang merah kemudian berhenti itu harus dibangkitkan kembali seperti di NTB dan Bali, dulu ada yang tanam sekarang berhenti,” kata dia.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan per Kamis (10/3/2022), harga bawang merah sudah di angka Rp37.000 per kilogram atau naik 13,85 persen secara bulanan. Kenaikan harga bawang merah disebabkan karena turunnya produktivitas bawang merah mencapai 50 persen menjadi 4 ton per hektar di sebagian besar sentra produksi seperti Brebes, Bima, Solok, Nganjuk, dan Probolinggo lantaran cuaca buruk pada awal tahun ini.
Adapun pasokan indikatif bawang merah rata-rata sepekan terakhir mencapai 639,62 ton per hari di 20 pasar induk pantauan Kemendag. Angka itu 5,64 persen di atas pasokan normal sebesar 605,50 ton.
Sementara itu, pasokan bawang merah di pasar Induk Kramat Jati mencapai 112 ton per hari atau 14,29 persen lebih tinggi dari pasokan normal sebesar 98 ton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Ungkap Alasan Negara Bisa Menyuap Negara di Kasus PN Depok
- Atraksi Naik Gajah Dilarang, Warga Diminta Melapor
- Kemensos Benahi PBI BPJS Kesehatan, 54 Juta Warga Belum Terdaftar
- Survei Indikator: TNI Jadi Lembaga Paling Dipercaya Januari 2026
- Pandji Dijadwalkan Jalani Peradilan Adat Toraja 10 Februari 2026
Advertisement
Advertisement
Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
Advertisement
Berita Populer
- Bupati Gunungkidul Ajak Kadin Perkuat Peran dalam Pembangunan
- Jadwal SIM Keliling Polda DIY Selasa 10 Februari 2026
- Jadwal KA Bandara YIA Jogja Selasa 10 Februari 2026
- DPAD DIY Dorong Pola Pikir Rasional lewat Bedah Buku Anti Judol
- Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 10 Februari 2026
- Daftar Lengkap Jalur Trans Jogja dan Tarif Terbaru
- Jadwal SIM Keliling Gunungkidul 10 Februari 2026 Lengkap
Advertisement
Advertisement




