Berat Badan Berlebihan Tingkatkan Risiko Tertular Covid-19

Ilustrasi perempuan mengalami obesitas - Freepik.com
11 Desember 2021 21:47 WIB Jaffry Prabu Prakoso News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Penelitian terbaru oleh tim peneliti Amerika Serikat (AS) menunjukkan  virus SARS-CoV-2 terbukti menginfeksi sel lemak atau adiposa.

Pada orang yang obesitas dan memiliki jaringan lemak banyak, infeksi ini juga memicu peradangan dan dapat mengakibatkan organ-organ vital rusak juga long Covid-19 yang lebih parah.

Dikutip dari akun Instagram @pandemictalks, Sabtu (11/12/2021), obesitas adalah hal yang dapat dicegah dan dikendalikan, tulis @pandemictalks.

Pandemi dapat meningkatkan obesitas karena asupan kalori melebihi kebutuhan harian. Ini disebabkan kurangnya tidur dan aktivitas fisik seiring berkegiatan di rumah, serta stres yang memicu kebiasaan makan tinggi lemak, gula, dan garam.

Di saat yang sama, obesitas meningkatkan risiko diabetes, kanker, hipertensi, stroke, gagal ginjal, penyakit jantung, gangguan kualitas hidup, dan masalah psikologi.

Sementara, risiko terkena Covid-19 dan kematian tinggi karena obesitas, penelitian menemukan bahwa kelebihan berat badan berbanding lurus dengan rentannya penyakit parah akibat Virus Corona.

Orang obesitas pun 3 kali lebih berisiko rawat inap karena Covid-19. Penyakit ini berhubungan dengan gangguan fungsi kekebalan tubuh.

Meski begitu, ada hal yang bisa dicegah dari Covid-19 akibat faktor risiko obesitas. Semuanya adalah latihan fisik secara teratur, makan gizi lengkap seimbang, dan istirahat yang cukup.

“Memiliki dan menjaga berat badan tetap sehat dan ideal dapat menghindari kita dari banyak penyakit. Gaya hidup sehat menjadi kunci bertahan di tengah pandemi,” terang @pandemictalks.

Sumber : JIBI/Bisnis.com