Advertisement

Eropa Jadi Importir Senjata Terbesar, Waspadai Ancaman Rusia

Jumali
Senin, 09 Maret 2026 - 08:47 WIB
Jumali
Eropa Jadi Importir Senjata Terbesar, Waspadai Ancaman Rusia Foto ilustrasi rudal atau peluru kendali. / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Peta kekuatan militer global mengalami perubahan signifikan. Data terbaru dari Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) yang dikutip oleh Reuters, Senin (9/3/2026) menunjukkan Eropa kini menjadi kawasan pengimpor senjata terbesar di dunia, dipicu kekhawatiran terhadap agresi Rusia dan ketidakpastian komitmen keamanan dari Amerika Serikat.

Saat ini, negara-negara Eropa menyumbang sekitar 33 persen dari total impor senjata global. Angka tersebut meningkat drastis dari hanya 12 persen pada periode 2016–2020.

Advertisement

Peningkatan ini mencerminkan perubahan strategi keamanan di kawasan tersebut, terutama setelah meningkatnya ketegangan geopolitik dengan Rusia.

Faktor Pendorong

Ada dua faktor utama yang mendorong peningkatan belanja militer negara-negara Eropa.

Pertama adalah dukungan militer bagi Ukraina yang tengah menghadapi invasi Rusia. Banyak negara Eropa meningkatkan pengadaan senjata untuk membantu Ukraina mempertahankan wilayahnya.

Kedua adalah upaya modernisasi militer setelah investasi di sektor pertahanan sempat tertinggal selama beberapa dekade.

Direktur Program Transfer Senjata SIPRI, Mathew George, menyebut lonjakan impor tersebut turut meningkatkan transfer senjata global hampir 10 persen.

Menurutnya, meskipun sejumlah negara Eropa berupaya memperkuat industri pertahanan dalam negeri, ketergantungan terhadap teknologi militer dari Amerika Serikat masih sangat besar. Hal itu terutama terlihat pada pengadaan pesawat tempur dan sistem pertahanan rudal.

Dinamika Timur Tengah

Berbeda dengan Eropa, kawasan Timur Tengah justru mencatat penurunan impor senjata sekitar 13 persen dalam periode yang sama.

Namun peneliti senior SIPRI, Pieter Wezeman, menilai penurunan tersebut kemungkinan hanya bersifat sementara.

Sejumlah kontrak pembelian senjata oleh Arab Saudi dan Qatar masih dalam tahap integrasi. Selain itu, dinamika konflik regional yang melibatkan Iran serta ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel diperkirakan dapat memicu gelombang pemesanan baru.

Dominasi Amerika Serikat

Dalam peta ekspor senjata global, Amerika Serikat semakin mengukuhkan posisinya sebagai eksportir terbesar di dunia.

Negara tersebut menguasai sekitar 42 persen pangsa pasar ekspor senjata global, meningkat dari sebelumnya 36 persen.

Di posisi kedua terdapat Prancis dengan pangsa sekitar 9,8 persen.

Sementara itu, Rusia mengalami penurunan tajam hingga hanya menguasai sekitar 6,8 persen pasar global, turun dari sebelumnya 21 persen setelah invasi ke Ukraina pada 2022.

Pergeseran Peta Militer Global

Secara kolektif, negara-negara Eropa kini menyumbang sekitar 28 persen dari total ekspor senjata dunia.

Angka tersebut menunjukkan kapasitas industri pertahanan Eropa yang semakin besar, bahkan mencapai empat kali lipat dibandingkan Rusia dan lima kali lebih besar dibandingkan China dalam hal penyediaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) global.

Data tersebut memperlihatkan bahwa dunia sedang memasuki fase baru perlombaan senjata. Ketidakpastian keamanan internasional mendorong banyak negara meningkatkan kekuatan militernya, yang pada akhirnya mengubah konfigurasi aliansi dan keseimbangan kekuatan global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

30 Persen Talud Sungai di Jogja Rusak, Perbaikan Capai Rp100 Miliar

30 Persen Talud Sungai di Jogja Rusak, Perbaikan Capai Rp100 Miliar

Jogja
| Rabu, 11 Maret 2026, 14:57 WIB

Advertisement

Catat! Ini Daftar Hari Libur dan Hari Besar April 2026

Catat! Ini Daftar Hari Libur dan Hari Besar April 2026

Wisata
| Kamis, 05 Maret 2026, 22:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement