Advertisement
Korsel Batasi Harga BBM, Saham Anjlok 8 Persen
Bendera Korea Selatan. / Ilustrasi Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA — Pemerintah Korea Selatan mengambil langkah darurat dengan membatasi harga bahan bakar domestik untuk pertama kalinya dalam 30 tahun. Kebijakan ini diumumkan Presiden Lee Jae-Myung setelah harga minyak melonjak dan saham anjlok 8% akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Advertisement
Dalam pertemuan darurat terkait dampak krisis Timur Tengah, Presiden Lee mengumumkan sistem harga maksimum untuk produk minyak bumi yang mengalami kenaikan berlebihan. Langkah ini bertujuan menahan lonjakan harga BBM domestik akibat gejolak pasar energi global.
"Krisis saat ini menjadi beban besar bagi perekonomian kita, yang sangat bergantung pada perdagangan global dan impor energi dari Timur Tengah," ujar Lee.
BACA JUGA
Diversifikasi Pasokan Energi
Lee menegaskan, Korea Selatan akan mencari sumber energi alternatif di luar pasokan yang melewati Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang kini terancam oleh konflik regional.
Stabilitas Pasar dan Dampak Ekonomi
Pemerintah menyiapkan program stabilisasi pasar senilai 100 triliun won (US$66,94 miliar), dengan kemungkinan diperluas jika dibutuhkan. Bank sentral diminta menyiapkan langkah tambahan untuk menghadapi volatilitas pasar keuangan dan valuta asing.
Saham Korea Selatan anjlok 8% pada perdagangan Senin, memicu circuit breaker untuk kedua kalinya bulan ini. Mata uang won juga sempat melemah lebih dari 1%, diperdagangkan mendekati level 1.500 won per dolar AS. Setelah komentar Lee, won kembali ke 1.493,5 per dolar AS.
Kebijakan pembatasan harga BBM ini menandakan dampak serius konflik Timur Tengah terhadap negara pengimpor energi, termasuk Korea Selatan yang sangat bergantung pada pasokan minyak dari kawasan tersebut.
Pemerintah Korea Selatan membatasi harga BBM untuk pertama kalinya dalam 30 tahun akibat lonjakan harga minyak dari konflik Timur Tengah. Saham anjlok 8%, won melemah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Israel Beli 5.000 Bom Pintar Boeing, Pengiriman Mulai 2029
- OTT KPK: Uang Ratusan Juta Disita, Bupati Rejang Lebong Jadi Tersangka
- THR ASN 2026 Mulai Cair, Kemenkeu Salurkan Rp11,16 Triliun
- BPOM Selidiki Penjualan Tramadol Bebas di Warung-Warung
- KPK Periksa Budi Karya Sumadi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Kereta Api
Advertisement
30 Persen Talud Sungai di Jogja Rusak, Perbaikan Capai Rp100 Miliar
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- KPK Periksa ASN Bea Cukai Terkait Pemindahan Uang Miliaran
- BPOM Selidiki Penjualan Tramadol Bebas di Warung-Warung
- Dinkes Kota Jogja Telusuri Enam Kasus Campak Awal 2026
- Promo Ramadan AC Aqua 1/2 PK, Ini 5 Rekomendasi Terbaiknya
- Kuota Penonton PSIM vs Persijap di Bantul Naik Jadi 7.000 Orang
- Tol Bawen-Ambarawa Dibuka Fungsional Saat Mudik Lebaran
- KPK Periksa Japto Soerjosoemarno Terkait Kasus Rita Widyasari
Advertisement
Advertisement







