Advertisement

Korsel Batasi Harga BBM, Saham Anjlok 8 Persen

Jumali
Senin, 09 Maret 2026 - 11:27 WIB
Jumali
Korsel Batasi Harga BBM, Saham Anjlok 8 Persen Bendera Korea Selatan. / Ilustrasi Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA — Pemerintah Korea Selatan mengambil langkah darurat dengan membatasi harga bahan bakar domestik untuk pertama kalinya dalam 30 tahun. Kebijakan ini diumumkan Presiden Lee Jae-Myung setelah harga minyak melonjak dan saham anjlok 8% akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Advertisement

Dalam pertemuan darurat terkait dampak krisis Timur Tengah, Presiden Lee mengumumkan sistem harga maksimum untuk produk minyak bumi yang mengalami kenaikan berlebihan. Langkah ini bertujuan menahan lonjakan harga BBM domestik akibat gejolak pasar energi global.

"Krisis saat ini menjadi beban besar bagi perekonomian kita, yang sangat bergantung pada perdagangan global dan impor energi dari Timur Tengah," ujar Lee.

Diversifikasi Pasokan Energi

Lee menegaskan, Korea Selatan akan mencari sumber energi alternatif di luar pasokan yang melewati Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang kini terancam oleh konflik regional.

Stabilitas Pasar dan Dampak Ekonomi

Pemerintah menyiapkan program stabilisasi pasar senilai 100 triliun won (US$66,94 miliar), dengan kemungkinan diperluas jika dibutuhkan. Bank sentral diminta menyiapkan langkah tambahan untuk menghadapi volatilitas pasar keuangan dan valuta asing.

Saham Korea Selatan anjlok 8% pada perdagangan Senin, memicu circuit breaker untuk kedua kalinya bulan ini. Mata uang won juga sempat melemah lebih dari 1%, diperdagangkan mendekati level 1.500 won per dolar AS. Setelah komentar Lee, won kembali ke 1.493,5 per dolar AS.

Kebijakan pembatasan harga BBM ini menandakan dampak serius konflik Timur Tengah terhadap negara pengimpor energi, termasuk Korea Selatan yang sangat bergantung pada pasokan minyak dari kawasan tersebut.


Pemerintah Korea Selatan membatasi harga BBM untuk pertama kalinya dalam 30 tahun akibat lonjakan harga minyak dari konflik Timur Tengah. Saham anjlok 8%, won melemah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Bupati Harda Ajak Warga Candibinangun Perkuat Kolaborasi

Bupati Harda Ajak Warga Candibinangun Perkuat Kolaborasi

Sleman
| Sabtu, 11 April 2026, 02:37 WIB

Advertisement

Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten

Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten

Wisata
| Rabu, 08 April 2026, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement