FIFA Dikritik Gara-Gara Offside Misterius pada Laga Swiss Kontra Qatar
Kontroversi penalti Swiss vs Qatar di Piala Dunia 2026 memicu kritik Gary Neville terhadap FIFA yang dinilai tidak transparan soal offside.
Bendera Korea Selatan. - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA — Pemerintah Korea Selatan mengambil langkah darurat dengan membatasi harga bahan bakar domestik untuk pertama kalinya dalam 30 tahun. Kebijakan ini diumumkan Presiden Lee Jae-Myung setelah harga minyak melonjak dan saham anjlok 8% akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Dalam pertemuan darurat terkait dampak krisis Timur Tengah, Presiden Lee mengumumkan sistem harga maksimum untuk produk minyak bumi yang mengalami kenaikan berlebihan. Langkah ini bertujuan menahan lonjakan harga BBM domestik akibat gejolak pasar energi global.
"Krisis saat ini menjadi beban besar bagi perekonomian kita, yang sangat bergantung pada perdagangan global dan impor energi dari Timur Tengah," ujar Lee.
Diversifikasi Pasokan Energi
Lee menegaskan, Korea Selatan akan mencari sumber energi alternatif di luar pasokan yang melewati Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang kini terancam oleh konflik regional.
Stabilitas Pasar dan Dampak Ekonomi
Pemerintah menyiapkan program stabilisasi pasar senilai 100 triliun won (US$66,94 miliar), dengan kemungkinan diperluas jika dibutuhkan. Bank sentral diminta menyiapkan langkah tambahan untuk menghadapi volatilitas pasar keuangan dan valuta asing.
Saham Korea Selatan anjlok 8% pada perdagangan Senin, memicu circuit breaker untuk kedua kalinya bulan ini. Mata uang won juga sempat melemah lebih dari 1%, diperdagangkan mendekati level 1.500 won per dolar AS. Setelah komentar Lee, won kembali ke 1.493,5 per dolar AS.
Kebijakan pembatasan harga BBM ini menandakan dampak serius konflik Timur Tengah terhadap negara pengimpor energi, termasuk Korea Selatan yang sangat bergantung pada pasokan minyak dari kawasan tersebut.
Pemerintah Korea Selatan membatasi harga BBM untuk pertama kalinya dalam 30 tahun akibat lonjakan harga minyak dari konflik Timur Tengah. Saham anjlok 8%, won melemah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kontroversi penalti Swiss vs Qatar di Piala Dunia 2026 memicu kritik Gary Neville terhadap FIFA yang dinilai tidak transparan soal offside.
Askab PSSI Sleman periode 2026-2030 resmi dilantik dengan fokus pada pembinaan usia dini, tata kelola organisasi, dan peningkatan kualitas kompetisi.
Harga Pertamax naik per 10 Juni 2026. Pertamina memastikan pasokan BBM tetap aman dan distribusi energi berjalan normal di seluruh SPBU.
Kokola menghadirkan produk eksklusif baru di Jakarta Fair 2026 dengan promo hemat, permainan berhadiah, dan grand prize bersama Mamah Dedeh.
Tradisi Mubeng Beteng 1 Sura 2026 kembali digelar di Keraton Jogja. Simak jadwal, titik keberangkatan, aturan peserta, dan rangkaian acaranya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 15 Juni 2026 tersedia sejak pagi hingga malam. Simak jadwal lengkap keberangkatan terbaru.