Advertisement
Iran Kecam Serangan AS ke Fasilitas Air di Pulau Qeshm
Asap mengepul di Teheran, Iran. Ledakan terdengar lagi di Teheran, Iran, 1 Maret 2026. ANTARA/Xinhua - Shadati
Advertisement
Harianjogja.com, TEHERAN— Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, mengecam keras serangan Amerika Serikat terhadap fasilitas desalinasi air di Pulau Qeshm, Iran selatan.
Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi melalui unggahan di platform media sosial X pada Sabtu (7/3/2026). Ia menyebut serangan tersebut sebagai tindakan berbahaya yang dapat menimbulkan konsekuensi serius.
Advertisement
“AS melakukan kejahatan yang terang-terangan dan nekat dengan menyerang fasilitas desalinasi air tawar di Pulau Qeshm. Pasokan air di 30 desa terdampak,” ujar Araghchi.
Menurutnya, menyerang infrastruktur vital Iran merupakan langkah yang dapat memperburuk ketegangan di kawasan.
BACA JUGA
Fasilitas Air Diserang Rudal
Media pemerintah Iran melaporkan fasilitas desalinasi tersebut dihancurkan oleh rudal yang diluncurkan dari pangkalan militer AS di Jufair, Bahrain, pada Jumat (6/3).
Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan serangan itu dilakukan dengan dukungan dari salah satu pangkalan udara di negara tetangga Iran di kawasan selatan.
Iran Balas Serangan
Sebagai respons, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) pada Sabtu menyatakan telah melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain.
Serangan tersebut dilakukan menggunakan rudal berpemandu presisi berbahan bakar padat dan cair, menurut pernyataan IRGC.
Konflik Memanas Sejak Serangan 28 Februari
Ketegangan di kawasan meningkat sejak 28 Februari, ketika Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran dan beberapa kota lainnya.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan beberapa gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan wilayah Israel serta pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Konflik tersebut terus meningkatkan ketegangan geopolitik di kawasan dan memicu kekhawatiran akan meluasnya perang di Timur Tengah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Produksi Sampah di Bantul Naik 8 Persen Selama Libur Lebaran
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Teh Bisa Kehilangan Manfaat Jika Dicampur Ini
- Ratusan Pemudik Pilih Balik Naik Kapal Perang dari Semarang
- Jalur Selat Hormuz Terganggu, Produksi Minyak Kuwait Anjlok Drastis
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Belajar Daring untuk Hemat Energi, Kualitas Pendidikan Dipertanyakan
- MBG Disorot Akademisi UGM, Muncul Usulan Pangkas Jumlah Penerima
- Anak Balita Tiba-Tiba Menolak Makan, Ini Penyebabnya
Advertisement
Advertisement





