Advertisement

China Desak Penghentian Segera Perang Iran Lawan AS-Israel

Newswire
Minggu, 08 Maret 2026 - 14:27 WIB
Sunartono
China Desak Penghentian Segera Perang Iran Lawan AS-Israel Asap mengepul di Teheran, Iran. Ledakan terdengar lagi di Teheran, Iran, 1 Maret 2026. ANTARA/Xinhua - Shadati

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, melontarkan kecaman keras terhadap eskalasi konflik bersenjata yang pecah di Timur Tengah antara Iran melawan kekuatan Amerika Serikat dan Israel.

Beijing menegaskan bahwa konfrontasi militer ini harus segera dihentikan karena dinilai tidak memberikan keuntungan bagi pihak mana pun dan justru mengancam stabilitas keamanan dunia.

Advertisement

Dalam pernyataan resminya pada Minggu (8/3/2026), Wang Yi mengibaratkan kondisi kawasan Timur Tengah saat ini sedang dilalap api akibat intensitas serangan yang terus meningkat.

Ia memperingatkan bahwa siklus kekerasan yang dibalas dengan kekerasan hanya akan menanam benih krisis baru yang jauh lebih berbahaya serta memicu kebencian mendalam antarnegara di masa depan.

“Ini adalah perang yang seharusnya tidak pernah terjadi, dan ini adalah perang yang tidak menguntungkan pihak mana pun,” tegas Wang Yi sebagaimana dilansir dari Channel News Asia.

Kepala Komisi Urusan Luar Negeri Pusat Partai Komunis China tersebut menyerukan agar seluruh operasi militer segera ditarik mundur guna mencegah perluasan konflik yang lebih masif ke wilayah-wilayah sekitarnya.

China menyatakan kesiapannya untuk menggandeng negara-negara di Timur Tengah dalam upaya memulihkan ketertiban dan perdamaian di kawasan Teluk.

Posisi diplomatik Beijing tetap konsisten pada penghormatan terhadap kedaulatan negara dan penolakan terhadap segala bentuk penyalahgunaan kekuatan militer dalam menyelesaikan sengketa internasional.

Sebelumnya, Wang Yi juga secara spesifik mengutuk tindakan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel di wilayah Iran, termasuk insiden tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Beijing memandang intervensi asing dan pengabaian terhadap kedaulatan sebuah negara sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional yang berlaku.

Solusi yang ditawarkan China mencakup penghentian campur tangan urusan internal negara lain dan seruan untuk kembali ke meja dialog politik.

Pihak Beijing meyakini bahwa keamanan dan integritas wilayah Iran serta seluruh negara di kawasan Teluk bersifat sakral dan tidak boleh dilanggar oleh kekuatan eksternal dengan alasan apa pun.

Ketegangan ini semakin meruncing setelah Presiden AS, Donald Trump, mengklaim hak negaranya untuk terlibat dalam penentuan pemimpin masa depan Iran dan menuntut penyerahan tanpa syarat.

Pernyataan sepihak ini memicu kemarahan diplomatik dari berbagai pihak yang menginginkan penyelesaian konflik secara beradab tanpa tekanan hegemonik.

Konflik terbuka ini diketahui mulai meletus pada 28 Februari 2026 ketika serangan terkoordinasi dilancarkan ke wilayah Iran, yang kemudian dibalas Teheran dengan hujan rudal serta pesawat nirawak (drone).

Kondisi semakin diperparah dengan serangan baru Israel ke Lebanon sebagai respons atas aktivitas milisi Hizbullah yang merupakan sekutu dekat Iran di perbatasan.

Dinamika perang Iran di Timur Tengah ini terus dipantau secara ketat oleh komunitas internasional karena dampaknya yang meluas terhadap ekonomi dan geopolitik global.

China terus menekankan bahwa hanya melalui jalur diplomasi dan penghormatan kedaulatanlah api konflik di kawasan tersebut dapat benar-benar dipadamkan secara permanen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

DKP Bantul Perbanyak Papan Larangan Setrum Ikan di Perairan

DKP Bantul Perbanyak Papan Larangan Setrum Ikan di Perairan

Bantul
| Minggu, 08 Maret 2026, 15:37 WIB

Advertisement

Catat! Ini Daftar Hari Libur dan Hari Besar April 2026

Catat! Ini Daftar Hari Libur dan Hari Besar April 2026

Wisata
| Kamis, 05 Maret 2026, 22:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement