Advertisement
Iran Masukkan Aset Ekonomi AS dalam Daftar Target Serangan
Asap mengepul di Teheran, Iran. Ledakan terdengar lagi di Teheran, Iran, 1 Maret 2026. ANTARA/Xinhua - Shadati
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA–Iran memperluas sasaran serangan dengan memasukkan aset ekonomi Amerika Serikat ke dalam “daftar target” mereka, setelah sebelumnya fokus pada target militer AS dan Israel. Langkah ini disampaikan Fars News Agency pada Minggu (8/3/2026), mengindikasikan eskalasi konflik di Timur Tengah semakin meluas.
Menurut laporan Fars News Agency, seorang pejabat Iran yang berbicara secara anonim menyatakan bahwa keputusan ini diambil menyusul berbagai pernyataan pejabat AS dan Israel yang dianggap sebagai “ancaman langsung terhadap rakyat Iran.”
Advertisement
“Kami telah meninjau ulang strategi penargetan dan memasukkan modal serta kepentingan Amerika dalam daftar target kami,” ujar pejabat tersebut, dikutip Fars News Agency.
Langkah ini menandai pergeseran fokus Iran dari target militer semata menjadi serangan yang juga menyasar kepentingan ekonomi Amerika Serikat.
BACA JUGA
Serangan Udara AS-Israel
Minggu malam, Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan udara yang menargetkan fasilitas penyimpanan minyak Iran di Teheran dan sekitarnya, termasuk Depo Minyak Shahran. Serangan ini menyebabkan kerusakan parah pada beberapa fasilitas penting energi Iran.
Eskalasi Konflik
Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak 28 Februari, ketika Israel dan AS melancarkan serangan gabungan ke Iran. Menurut otoritas Teheran, serangan tersebut menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, serta melukai lebih dari 10.000 lainnya.
Iran kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone, menargetkan Israel serta fasilitas militer AS di kawasan tersebut. Perluasan target ini menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi dampak ekonomi global, mengingat ketergantungan pasokan energi dunia pada wilayah tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Produksi Sampah di Bantul Naik 8 Persen Selama Libur Lebaran
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Pembangunan Ratusan Sekolah Rakyat Dikebut, Ditarget Kelar Juli 2026
- Mobil Dinas Baru di Pemkab Gunungkidul Batal, Jalan Rusak Jadi Fokus
- Teh Bisa Kehilangan Manfaat Jika Dicampur Ini
- Ratusan Pemudik Pilih Balik Naik Kapal Perang dari Semarang
- Jalur Selat Hormuz Terganggu, Produksi Minyak Kuwait Anjlok Drastis
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Belajar Daring untuk Hemat Energi, Kualitas Pendidikan Dipertanyakan
Advertisement
Advertisement







