Terus Berkreasi, Seniman Magelang Bangkit dari Pandemi

Para seniman berlatih tari di Padepokan Seni Gubug Kebon, Dusun Dawung Banjarnegoro Mertoyudan, Kabupaten Magelang pada masa pandemi Covid-19 menggunakan protokol kesehatan. - Ist
25 November 2021 12:57 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG- Pandemi Covid-19 membuat aktivitas seniman di Magelang terpuruk. Kini, mereka bangkit menuangkan kreativitasnya dengan pola yang berbeda, menyesuaikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Hal ini seperti dilakukan seniman di Padepokan Seni Gubug Kebon, Dusun Dawung Banjarnegoro Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Padepokan yang menjadi wadah seni tradisi, karawitan, tari, teater, film dan sastra ini telah mulai berkreasi namun dengan pola yang berbeda dari sebelumnya.

"Selama ini saat pertunjukan di atas panggung menggunakan sistem daring, fungsi kamera hanya untuk dokumentasi, kami tidak puas. Maka kami lakukan secara sinematik," ungkap pemilik Padepokan Seni Gubug Kebon, Gepeng Nugroho, Rabu (24/11/2021).

Ia menjelaskan pergelaran sinematik menggunakan teknik pengambilan gambar yang artistik. Tak hanya pertunjukan musik, berbagai cabang seni pun dikemas dengan metode sinematik, seperti drama tari sinematik dan drama wayang sinematik.

Baca juga: Masyarakat Diedukasi Agar Tak Pilih-pilih Merek Vaksin

"Maka muncullah genre baru dari seni panggung. Kami merasa akhirnya menemukan bentuk [pentas seni di masa pandemi covid-19]. Karya berikutnya akan mengarah ke situ. Kami akan melaju terus dengan banyak karya," tegasnya optimistis.

Kondisi berbeda dialami perupa asal Kota Magelang, Kaji Habeb yang menjadikan Covid-19 ini sebagai upaya perenungan. Saat aktivitas panggung sempat dilarang, ia menggunakan waktunya untuk merenung dan mencari inspirasi.

"[Covid-19] Akhirnya menjadi semacam waktu untuk perenungan mencari ide. Untuk ide yang tidak melibatkan orang lain, maka bisa langsung diekspresikan," kata pemilik Batik Rajah tersebut.

Sejumlah karya yang tetap dihasilkannya di masa pembatasan kegiatan adalah lukisan, desain batik hingga wayang dengan lakonnya. Beragam karya seni itu pun bisa dipamerkan melalui media sosial dan e-katalog.

Baca juga: Ketar-Ketir Desa wisata Sambut PPKM Level 3

Ketua Dewan Kesenian Kota Magelang, Muhammad Nafi mengatakan pandemi Covid-19 ini mengakibatkan sanggar yang mewadahi seniman panggung mati total karena tidak ada pertunjukan, seperti sanggar tari.

"Seniman yang lebih eksis adalah seniman individual seperti pelukis dan pembatik. Untuk aktivitas seni komunal sulit bergerak karena pembatasan kegiatan," katanya.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, Sugeng Priyadi mengungkapkan Pemerintah Daerah telah berupaya menghidupkan aktivitas seni dengan menggelar pementasan daring. Sebelum pertunjukan diperbolehkan, Pemerintah juga memberi ruang untuk dialog bersama para seniman melalui talkshow online dan dialog streaming.

"Dibutuhkan sinergi dan saling mengerti antara seniman dan pemerintah baik pusat maupun di daerah. Tugas pemerintah adalah melestarikan, mengembangkan, membina dan memanfaatkan karya seni dan budaya. Di dalam membangun sebuah seni budaya, harus dilakukan semua komponen. Pemerintah bermitra secara sinergis dengan masyarakat, termasuk dengan para seniman dan kebudayaan,” katanya. (Nina Atmasari)